KABUPATEN SERANG, BantenHeadline.com – Praktek penipuan dengan modus menjanjikan para pencari kerja untuk dipekerjakan pada pabrik sepatu PT. Nikomas Gemilang di Kecamatan Kibin Kabupaten Serang, sudah sering didengar. Dan akhirnya, Satreskrim Polres Serang mengamankan seorang wanita berinisial IM (28 tahun) warga Kampung Gudang Kopi, Desa Mekarsari, Kecamatan Anyer, Kabupaten Serang.
Wanita lajang ini ditangkap di rumah kontrakannya di Kampung Kadinding Lebak, Desa Tambak, Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang setelah menipu 80 orang pencari kerja dan meraup uang Rp 300 juta.
Kapolres Serang AKBP Condro Sasongko menjelaskan, bahwa pengungkapan kasus penipuan ini setelah pihaknya menerima pengaduan 2 pencari kerja berinisial LE (28) warga Lampung dan SK (26) warga Kabupaten Serang yang merasa ditipu oleh tersangka IM.
“Pelaku menjanjikan kedua korban bisa bekerja di PT Nikomas Gemilang dengan syarat menyerahkan sejumlah uang,” ungkap Kapolres didampingi Kasatreskim AKP Andi Kurniady ES, Jumat (12/7/2024).
Kapolres menjelaskan, awalnya korban ditawari oleh YW, ponakannya sendiri, bahwa ada teman kerjanya yang bisa membantu korban untuk mendapatkan pekerjaan. Keinginan korban ini selanjutnya disampaikan oleh ponakannya kepada tersangka.
“Melalui YW, tersangka mengaku bisa membantu korban kerja di PT Nikomas Gemilang asalkan mau memberikan uang sebesar Rp 16 juta sebagai administrasi masuk kerja,” terang Kapolres.
Karena memang sangat membutuhkan pekerjaan, korban akhirnya menyerahkan uang muka kepada tersangka IM melalui YW. Semantara sisanya dibayar setelah mendapat pekerjaan. Bersamaan dengan penyerahan uang, korban juga memberikan 2 berkas lamaran .
“Namun setelah waktu seminggu yang dijanjikan terlewati, surat panggilan kerja dari perusahaan tidak kunjung ada. Bahkan tersangka semakin sulit ditemui. Merasa dirinya telah menjadi korban penipuan, kasus itupun dilaporkan ke Mapolres Serang,” kata Condro Sasongko.
Berbekal dari laporan tersebut, Tim Unit Harda yang dipimpin Ipda Supendi melakukan penyelidikan dengan memeriksa sejumlah saksi termasuk korban. Petugas kemudian mendatangi rumah tersangka namun wanita lajang itu selalu tidak ada tempat kontrakannya.
“Beberapa kali petugas mendatangi kontrakannya namun tersangka selalu tidak ada di rumah. Tersangka IM baru bisa diamankan pada Sabtu 15 Juni kemarin dikontrakannya setelah mendapat informasi dari masyarakat,” ujar Kapolres yang merupakan alumnus Akpol 2005 itu.
Kasatreskim AKP Andi Kurniady menambahkan, bahwa praktek penipuan dengan modus menjanjikan pekerjaan ini sudah dilakukan tersangka sejak tahun 2021. Selama 3 tahun itu, tersangka IM mengaku sudah menipu 80 pencari kerja dengan meraup uang Rp 300 juta.
“Uang hasil kejahatan ini, dipergunakan tersangka untuk membayar cicilan rentenir, membeli peralatan elektronik serta untuk kebutuhan sehari-hari,” katanya.
Andi mengimbau kepada masyarakat, khususnya para pencari kerja untuk berhati-hati jika ada tawaran bisa membantu mendapatkan pekerjaan, siapapun terlebih dari orang yang baru dikenalnya.
“Jangan mudah percaya dengan orang yang menjanjikan pekerjaan dengan persyaratan menyetorkan sejumlah uang. Jika mendapat tawaran pekerjaan lebih baik tanyakan status orang yang menawarkan pekerjaan itu kepada pihak perusahaan,” tandasnya. (Red-03)