SERANG, BantenHeadline.com – Warga lingkungan Benggala Penerangan, Kota Serang mengeluhkan keberadaan sebuah kafe kopi, Flex Coffee yang berada di lingkungan tersebut.
Pasalnya warga menilai, keberadaan kafe yang sering dijadikan tongkrongan anak muda itu, kerap kali membuat kebisingan di malam hari akibat kerasnya suara musik yang diputar. Tak ayal, kondisi itu membuat warga disekitar terganggu.
“Kita kan ini diajarkan hidup bertatakrama, beretika, saling menghargai, kafe (Flex Coffee) ini enggak peduli, mau warga sini lagi istirahat atau enggak, yang penting mereka senang, pengunjung banyak,” kata seorang pemuda di lingkungan tersebut, Andri, Selasa (21/1).
Dia menuturkan, selain terganggu dengan suara pengeras musik, para pengunjung yang datang juga kerap nongkrong sampai malam hari. Parahnya, kegiatan mereka tak jarang diwarnai dengan minum-minuman keras. Hal itu terbukti ketika warga beberapa kali melihat sisa minuman beralkohol disekitar kafe.
“Apa lagi kalo malam Minggu bisa sampai pukul 12 malam lewat, ramai banget. Terus selain ke kafe, ini yang datang (pengunjung) malah minum-minuman keras di sini. Saya pernah lihat dengan mata kepala saya sendiri. Ini kan sudah keterlaluan, minum-minuman keras yang dikemas dengan plastik hitam, berserakan kalau pagi-pagi saya lihat. Kalau mau nyampah jangan di kampung orang,” ketusnya.
Dirinya mengaku, warga sudah seringkali menegur pemilik kafe. Namun teguran itu seolah tidak pernah diindahkan sang pemilik.
“Kalau ditegur sudah berapa kali ya. Kami juga sudah ingatkan, jangan setel musik keras-keras dan pukul 10 malam sudah harus tutup. Tetap enggak didenger sama mereka. Ya tinggal tunggu nanti, kalo memang warga harus bergerak, kita akan lakukan pergerakan supaya kafe itu tutup,” ancam Andri.
Tak sampai di situ, Andri juga menyampaikan bahwa kafe tersebut tidak memiliki izin. Sebab, selama ini tidak ada persetujuan dari warga tentang keberadaan kafe tersebut.
“Izin apa, siapa juga yang mau kasih izin. RT-nya saja ini marah, karena terganggu, warga sudah marah, warga sudah resah” tambahnya.
Senada dikeluhkan warga lainnya, Yopi. Dia mengamini jika pemilik kafe sering memutar musik dengan volume yang terlampau keras, disaat warga tengah beristirahat.
“Rumah saya kurang lebih 20 meter suara musiknya masih kedenger. Saya juga kan butuh istirahat, jelas terganggu,” kata Yopi.
Dirinya dan warga sekitar sangat berharap, aktivitas di kafe tersebut segera dihentikan. Karena sudah membuat keresahan dilingkungan tersebut.
“Baiknya ditutup saja, dari pada buat resah dan rusuh di lingkungan sini. Jangan dikira warga sini diam enggak berani dan enggak memonitor. Kita diajarkan beretika dan memahai aturan, makanya saya berharap ke petugas kepolisian dulu yang bertindak, kalo memang masih bandel (tetap buka) warga di sini yang akan bertindak tegas,” jelas Yopi.
Sementara itu, Waka Polres Serang Kota, Kompol Mi’Rodin mengatakan pihaknya akan melakukan pengecekan atas keluhan warga.
“Kami akan coba cek ke lokasi,” kata Mi’Rodin singkat melalui sambungan selulernya.
Hal ini dilakukan ucap dia, sebagai bentuk pemberian rasa aman dan nyaman bagi masyarakat, khususnya di wilayah hukum Polres Serang Kota.
“Itu sudah tugas kami, ada beberapa tahapan, tapi yang pasti kita akan cek lokasi itu,” tambahnya. (Red-02).