Usai Mandi di Sumur Tujuh Gunung Karang, Seorang Pendaki Meninggal

4743
Sumur Tujuh Gunung Karang Pandeglang (Foto: Google).

PANDEGLANG, BantenHeadline.com – Seorang pendaki Gunung Karang di Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang meninggal dunia usai mandi di Sumur Tujuh. Sumur ini dikenal memiliki khasiat yang diyakini dapat memberi berbagai khasiat. Namun di sisi lain, lokasi favorit saat ke Gunung Karang juga menyimpan aroma mistis yang kuat.

Persitiwa itu terjadi pada Senin malam (25/2). Korban diketahui bernama Jaenudin (50) warga Kampung Balida, Kelurahan Rangkasbitung Timur, Kabupaten Lebak.

Kejadian itu bermula saat Senin pagi, tepatnya pukul 10.00 WIB korban bersama 5 rekannya memulai perjalanan dari Lebak menuju gunung tertinggi di Kabupaten Pandeglang tersebut.

Pukul 13.00 WIB, para pendaki sudah tiba di Kampung Kadu Engang, yang terletak persis di bawah kaki Gunung Karang.

Namun setibanya di sana, mereka meminta seorang warga sekitar untuk ikut memandu menuju Sumur Tujuh. Singkat cerita, dimulai lah perjalanan mereka ke tempat tersebut.

Seorang rekan korban, Mahmur (35) mengatakan, sebelum mulai mendaki, korban sempat menyebutkan penyakit yang dideritanya. Bahkan korban mengaku sedang melakoni rawat jalan.

“Mendengar hal tersebut, saya dan teman-teman sempat melarang almarhum untuk ikut naik karena khawatir terjadi suatu hal yang tidak diinginkan. namun korban memaksa ikut mendaki,” jelasnya.

Setelah hampir 3 jam perjalanan, rombongan tiba ditujuan dan sempat melaksanakan ibadah Salat Asar. Lalu korban memilih mandi sejenak di Sumur Tujuh. Tak lama kemudian, rekan korban lainnya melihat korban kesakitan sambil memegang dada.

“Saat itu korban langsung tersungkur dan tak sadarkan diri. Kami berusaha menolong namun korban tidak tertolong dan meninggal dunia di lokasi sekitar,” sesal Mahmur.

Kapolsek Cadasari, AKP As’ari membenarkan kabar tersebut. Dia menuturkan, evakuasi dilakukan oleh rekan-rekan korban dan pemadu warga sekitar. Namun proses evakuasi sempat terkendala medan yang terjal dan minimnya penerangan saat malam hari.

“Abis Salat Asar dia tersungkur jadi meninggalnya sebelum magrib. Proses evakuasi itu sejak dipastikan meninggal tapi karena proses evakuasinya secara manual dan sampai sekitar pukul 03.00 WIB dini hari di Desa Kadu Engang,” ujarnya saat dihubungi melalui sambungan telepon.

Setelah itu petugas membawanya ke RSUD Berkah. Dugaan sementara korban meninggal akibat penyakit jantung yang dideritanya.

“Kini korban sudah dibawa kerumah duka, setelah pagi tadi dijemput oleh keluarganya dari Lebak,” tutup Kapolsek. (Red-02).