PANDEGLANG, BantenHeadline.com – Gambaran progres indikator kinerja makro pembangunan Kabupaten Pandeglang hingga kini belum menunjukan perkembangan yang signifikan. Hal itu setidaknya terlihat dari aspek Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan lama sekolah.

Selama 2 tahun anggaran berjalan, kondisi IPM Pandeglang hanya bertambah sebesar 0.68 dari angka sebelumnya pada tahun 2015 sebesar 62.72. Begitu juga dengan rata-rata lama sekolah yang kini diangka 6.62 tahun. Atau hanya bertambah 0.02 tahun dari 6.60 ditahun 2015.

Selain itu, kondisi awal presentase penduduk di bawah garis kemiskinan pada tahun 2015 yang berada diangka 10.43 persen, hanya turun 0.76 persen menjadi 9.67 persen.

“Hal itu tidak lepas dari pengaruh perubahan kondisi sosial, budaya, ekonomi, politik, dan infrastruktur. Juga tuntutan perubahan dari masyarakat yang terus berkembang,” ujar Bupati Pandeglang, Irna Narulita, saat menyampaikan LKPJ Bupati Pandeglang akhir tahun 2017, dalam Rapat Paripurna di DPRD Pandeglang, Kamis (29/3).

Tidak hanya itu, angka harapan hidup di Pandeglang juga belum menunjukan angka yang membanggakan. Dari digit 63.51 pada tahun 2015, kini menjadi 63.77 tahun, atau hanya bertambah 0.26 tahun.

“Memang masih terdapat capaian indikator yang keberhasilannya belum sesuai dengan harapan target capaian RPJMD. Namun hal itu menjadi catatan kami untuk tetap menjadi prioritas pembangunan tahun 2019,” terangnya.

Kendati demikian, ada indikator lain yang mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan. Seperti diantaranya tingkat pengangguran terbuka yang turun 1.92 persen dari angka 10.22 persen ditahun 2015. Termasuk laporan keuangan Pemkab yang tahun lalu mendapat ganjaran opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK.

“Laporan hasil evaluasi atas Akuntabilitas Kinerja Pemerintah Kabupaten Pandeglang yang tahun lalu meningkat menjadi B (Baik). Padahal tahun 2015, mendapat predikat CC (Cukup),” sambung Irna. (Red-02).