PANDEGLANG, BantenHeadline.com – Slogan Kabupaten Pandeglang sebagai Kota Wisata yang kini terus dipromosikan oleh pemerintah, justru menuai kritikan. Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pandeglang menilai, slogan tersebut tidak sejalan dengan kultur dan budaya Pandeglang.

Ketua MUI Kabupaten Pandeglang, Tubagus Hamdi Ma’ani menyarankan, sebaiknya pemerintah tetap mengedepankan slogan Kota Santri yang telah dipopulerkan sejak lama. Apalagi penamaan sebagai Kota Santri lahir dari para pendiri yang berasal dari kalangan ulama.

“Jadi jargonnya tetap Pandeglang kota santri yang mengembangkan wisata religi, agar ruh nya sebagai kota santri tidak hilang. Kita khawatir kualat dari ulama, dari para pendahulu, karena setelah proklamasi yang mengisis pemerintahan di Pandeglang adalah para kyai,” kata Hamdi, Rabu (21/3).

Ma’ani mengutarakan, sejauh ini pelabelan Kota Wisata memang belum berpengaruh besar terhadap tatanan hidup masyarakat Pandeglang. Akan tetapi, jika tidak disiasati, maka bukan tidak mungkin hal itu justru akan merusak citra Kota Santri dikemudian hari.

“Memang belum begitu berpengaruh. Tetapi jika tidak cepat-cepat diantisipasi, akan terpengaruhi,” jelasnya.

Apalagi sambung Ma’ani, sejak slogan Kota Wisata digembar-gemborkan, ia melihat budaya Islami di Pandeglang mulai terkikis. Hal itu nampak dari fasilitas ibadah disejumlah lokasi wisata, yang dibuat tidak memadai.

“Setiap pengelola wisata juga harus melengkapi tempat ibadah yang memadai. Memang selama ini ada, tetapi ruangannya kecil, dan kurang mampu menampung. Sampai orang ngantre. Coba kalau diperbesar musalanya,” pesannya.

Meski demikian lanjutnya, MUI bukan menutup diri dengan budaya dari luar daerah. Hanya saja ia ingin dibatasi supaya tidak merusak budaya Pandeglang yang lekat dengan ajaran Islam. Dirinya berharap agar pemerintah menyiapkan SDM dibidang agama dan akidah.

“Usulan ini bukan menutup masuknya budaya dari luar. Hanya kami ingin dibatasi agar sesuai dengan kultur budaya Pandeglang. Maka supaya terbentengi, sebelum wisata berkembang lebih jauh. Pemkab harus menyiapkan SDM dibidang agama dan akidah. Karena jika sudah kuat, maka tidak akan terpengaruh,” tandasnya. (Red-02).