SERANG, BantenHeadline.com – Puluhan karya seni rupa akan dipamerkan di House of Salbai 34 Venue, Kota Serang. Namun karya seni yang dipamerkan bukan lah karya seni yang biasa. Soalnya, teknik pembuatan puluhan karya seni ini menerapkan teknik yang berbeda.

Setidaknya ada dua jenis karya rupa yang akan ditampilkan. Pertama, karya dua dimensi dengan teknik fotografi yang di kombinasi dengan teknik melukis menggunakan cat. Sedangkan jenis karya kedua yakni drawing, mengkombinasi alam bawa sadar dengan alam nyata disertai goresan-goresan ritmis menggunakan bolpoint.

Adalah Indra Kesuma dan MT Harsana yang menjadi inisiator dan bertanggung jawab langsung terhadap karya-karya tersebut. Disela-sela kesibukannya menyiapkan pameran, Indra Kesuma bertutur mengenai projectnya yang diberi tajuk “Pameran Seni Rupa Rerencangan” ini.

Indra Kesuma dikenal sebagai salah seorang perupa asal Banten yang sudah lama berkecimpung didunia seni rupa. Sementara MT Harsana, merupakan fotografer seni yang juga berasal dari Banten.

Teknik fotografi yang dihasilkan oleh MT Harsana lahir karena kejenuhannya atas fotografi dengan teknik standar. Sehingga tercetuslah ide untuk mengkombinasikan media lain berupa cat.

“Karya kami membicarakan sesuatu yang tidak seperti orang memotret tapi lebih seperti mencatat. Ide pun bisa muncul dari mana saja, dari lingkungan sosial atau kepribadian perupa sendiri,” beber pria yang biasa disapa Om Indra ini, Jumat (28/9).

Puluhan karya seni yang dipamerkan, terdiri atas 24 karya milik Indra, dan 14 karya kecil serta 15 karya dengan ukuran yang lebih beaar dari MT Harsana. Kolaborasi ini pun terbilang dadakan alias spontan karena dikerjakan dalam waktu yang relatif singkat.

“Pengerjaannya sampai dua minggu dan perlu ketelitian yang tinggi,” katanya.

Pembuatan pameran seni rupa ini pun ternyata pun maksud dan tujuan khusus, selain melihatkan karya terbaru mereka. Menurut Indra, “Pameran Seni Rupa Rerencangan” digarap untuk menularkan semangat berkarya kepada generasi millenial.

Meski mereka menginjak usia yang tak lagi muda, namun semangat menelurkan karya harus tetap bergelora hingga akhir hayat. Begitulah kira-kira pesan yang ingin mereka sebarkan.

“Tujuan kami pertama ingin terus berkarya. Kedua, sebagai langkah untuk menjaga eksistensi sebagai perupa bahwa semakin tua bukan semakin diam, tapi semakin bergerak,” ujarnya semangat.

“Pameran ini juga sebagai bahan apresiasi seni untuk masyarakat dan motivasi untuk kaum millenial bahwa seni pun tidak pernah berhenti serta dapat digeluti sejak dini,” sambung Om Indra.

Keduanya berharap semua anak muda berbakat harus bergerak menghasilkan karya sebagai representasi makhluk yang berdaya.

“Jangan hanya menunggu. Buat lah suatu karya yang beda! Karena seniman bukan hanya tampilan style, tetapi karya,” tegasnya.

Buat Anda yang penasaran seperti apa karya dua seniman itu, langsung saja kunjungi House Of Salbai 34 Venue di Jalan Saleh Baimin nomor 34, Cimuncang, Kota Serang.

Rencananya, pameran Seni Rupa Rerencangan akan digelar hampir 1 bulan, dari tanggal 29 September sampai 20 Oktober 2018. (Red-02).