Pipa Gas Bawah Laut Milik Perusahaan Cina di Perairan Pulau Panjang Bocor

Semburan air laut setinggi sekitar 10 meter (kanan) di perairan Pulau Panjang, Bojonegara Kabupaten Serang.

KABUPATEN SERANG, BantenHeadline.com – Telah terjadi semburan air laut dengan ketinggian sekitar 10 meter, yang disebabkan oleh kebocoran jalur pipa gas Proyek Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) milik PT. CNOOC (China National Offshore Oil Corporation), Senin (9/7/2018). Lokasi semburan berada di tengah laut (posisi 05-55-52.S / 106-07-075.E), atau sekitar 3 – 5 mil dari perairan Pulau Panjang, Bojonegara, Kabupaten Serang.

Peristiwa ini awalnya diketahui dari informasi salah seorang awak Kapal Negara (KN) Trisula, Hotma. Informasi tersebut kemudian diperkuat atas laporan Kapten Topan, Perwira Jaga KN 333 Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Banten.

“Pipa gas bawah Iaut yang berada di perairan Selat Sunda di Kabupaten Serang mengalami kebocoran. Akibat kebocoran pipa gas yang memiliki tekanan tinggi ini, mengakibatkan air beriak pada permukaan laut. Awal kejadian diperkirakan pada pukul 09.30 WIB,” tulis Kapten Topan melalui pesan siaran elektronik.

Begitu mengetahui adanya peristiwa tersebut, pihaknya langsung melakukan koordinasi dengan pihak-pihak yang berada diwilayah kejadian.

Dit Pol Air Polda Banten AKBP Nunung Syaifudin, juga membenarkan kejadian tersebut.

“Ia benar dan tim sudah ditugaskan untuk menangani hal itu ke lokasi. Pipa yang bocor diketahui milik PT. CNOOC. Adapun penyebab kebocorannya diduga akibat terkena jangkar dari KMP (Kapal Motor Penyebrangan-red) Lumoso Raya,” ujarnya.

Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan KSOP Banten, dan mengeluarkan pemberitahuan agar kapal tidak melalui jalur Iaut di lokasi kebocoran.

“Saat ini lokasi sudah kita sterilkan dengan membuat perimeter satu sampai dua mil Iaut, supaya kapal tidak melalui lokasi tersebut,” terangnya.

Diketahui, PT. CNOOC merupakan salah satu perusahan pemasok gas untuk PLTGU Bojonegara selain PT Perusahaan Gas Negara (PGN). PT. CNOOC merupakan perusahaan minyak dan gas bumi (Migas) terbesar ketiga di Republik Rakyat Tiongkok setelah CNPC dan Sinopec. (Red-05).