KOTA SERANG, BantenHeadline.com – Maraknya Bakal Calon Anggota Legislatif (Bacaleg) pada Pemilu Legislatif (Pileg) 2019 yang bukan berasal dari politikus atau kader “dadakan”, dikomentari oleh pengamat Sosiologi Politik yang juga Akademisi Universitas Sultan Ageng Tirtaysa (Untirta) Serang Banten, Suwaib Amiruddin.

Menurutnya tak sedikit pegawai, karyawan bahkan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang akhirnya meninggalkan profesi sebelumnya untuk mencalonkan diri sebagai Bacaleg, karena menilai lembaga legislatif merupakan lembaga strategis sebagai pengambil kebijakan.

“Sehingga ada beberapa pegawai seperti PNS (ASN-red), Kepala Daerah dan lainnya berlomba-lomba ke politik,” katanya.

Suwaib berpendapat, ASN yang terjun ke dunia politik telah mengingkari sumpah awal mereka saat dilantik dan diambil sumpah sebagai ASN, yaitu menjalankan tugas sebaik-baiknya dan tidak ikut berpolitik kecuali sudah pensiun.

“Mereka menganggap dengan berpolitik akan memiliki kewenangan besar menentukan sesuatu. Padahal, meskipun masuk ke dalam sistem, belum tentu bisa memperbaiki yang ada,” ujarnya.

Di sisi lain, pria berkacamata pendiri Suwaib Amiruddin Foundation ini menilai, bahwa pada Pileg 2019 ini sejumlah Partai Politik (Parpol) mengalami krisis kader internal. Kondisi tersebut mengakibatkan parpol akan mengutamakan kader dari luar partai yang dianggap memiliki kekuatan. Seperti orang yang berpengaruh di masyarakat, mempunyai massa, bahkan yang memiliki kekuatan vinansial.

“Karenanya ada parpol yang mengutamakan kader lain dari luar kader partai,” tandasnya. (Red-05).