Penerapan Tarif Bus Menjadi Sorotan Dalam Evaluasi Arus Mudik di Pandeglang

Suasana Evaluasi Pelaksanaan Arus Mudik dan Balik, di Aula Polres Pandeglang

PANDEGLANG, BantenHeadline.com – Tarif angkutan lebaran tahun 2018, menjadi salah satu persoalan yang disorot dalam evaluasi pelaksanaan arus Mudik dan Balik, di Aula Polres Pandeglang, Senin (25/6). Soalnya, dalam beberapa kali penertiban tarif, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pandeglang menemukan sebagian besar angkutan, baik Antar Kota Antar Provinsi (AKAP), maupun Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP), menaikkan tarif secara sepihak melebihi ambang batas.

Kepala Dinas Pehubungan (Dishub) Kabupaten Pandeglang, Dadan Tafif Danial mengatakan, pihaknya sudah melakukan sosialisasi dan penempelan stiker informasi tarif disetiap armada bus. Akan tetapi kenyataannya, banyak sopir dan kernet bus yang memberlakukan tarif dr luar ketentuan.

“Kami sudah melakukan peneguran bahwa penerapan tarif jangan melebihi yang sudah ditentukan. Saya pun sudah menegur kepada pengelola bus, baik Asli maupun Murni, supaya tidak menarik ongkos dengan tarif tinggi,” kata Dadan usai kegiatan evaluasi.

Selain tarif, temuan yang menjadi perhatian adalah agkutan yang memiliki izin trayek bodong. Hal itu didapati ketika petugas menggelar penertiban di Terminal Kadubanen menjelang lebaran Idulfitri 1439 H.

“Namun hal itu merupakan kewenangan pemprov. Kami sudah melakukan koordinasi agar itu bisa ditindak, maka hal itu perlu dievaluasi kembali,” jelasnya.

Di luar itu, Dadan mengklaim bahwa pelaksanaan arus mudik dan balik tahun ini, lebih baik dari tahun lalu. Pihaknya tidak menemukan persoalan yang berarti. Hal itu disebabkan, jadwal liburan yang lebih panjang, sehingga kepadatan dapat terurai.

“Dari sisi lalu lintas, namanya lebaran biasalah kalau macet. Tetapi sudah turunkan semua petugas untuk mengatur. Tetapi kami kira tahun ini lebih baik dari tahun lalu. Lalu lintas lebih lancar karena memang tahun ini jadwal libur lebih panjang,” ujarnya.

Kapolres Pandeglang, AKBP Indra Lutrianto Amstono menuturkan, pihaknya mencatat pengamanan arus mudik dan liburan tahun ini relatif aman dan kondusif. Jumlah Lakalantas pun tidak mengalami perubahan dari tahun lalu, diangka 8 kasus, dengan menelan 4 korban jiwa.

“Secara keseluruhan bahwa pengamanan Idulfitri dan liburan tahun ini aman terkendali. Jumlah Lakalantas selama lebaran juga statistiknya sama seperti tahun lalu, yakni 8 kasus. Rata-rata disebabkan pengendaran yang tidak mematuhi lalu lintas. Kemudian gangguan kriminalitas juga menurun. Kecelakaan di area wisata juga tidak ada,” sebutnya.

Hanya saja dia mengakui, tingkat kemacetan masih menjadi persoalan di Pandeglang dalam menghadapi musim liburan. Hal itu disebabkan oleh kondisi infrastruktur yang belum memadai sehingga menghambat laju kendaraan. Beruntung, kondisi itu tidak sampai membuat stagnasi kendaraan.

“Kondisi jalan di Pandeglang cukup sempit, sehingga ini menghambat laju kendaraan. Tetapi tidak sampai berhenti. Hanya pelambatan kendaraan saja. Dan kemacetan tahun ini tidak separah tahun lalu” tutupnya. (Red-02).