PANDEGLANG, BantenHeadline.com – Pendaftaran Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) di Kabupaten Pandeglang, diperpanjang hingga tanggal 15 Oktober mendatang. Sedianya, pada tanggal 4 Oktober adalah batas akhir pendaftaran sejak dibuka pada 26 September lalu.

Dilansir dari laman resmi Badan Kepegawaian Negara (BKN), pengunduran waktu penutupan itu disebabkan ada beberapa daerah terdampak bencana. Termasuk jaringan internet di daerah yang terbatas.

Namun, Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Kabupaten Pandeglang sudah mengajukan hal itu sejak awal-awal pembukaan. Kepala BKD Pandeglang, Ali Fahmi Sumanta mengatakan, sejak penerimaan CASN dibuka, jumlah pendaftar untuk formasi di Pandeglang tergolong sedikit.

Dalam tiga hari, jumlah pendaftar yang tercatat hanya sekitar 30 orang. Menyadari hal itu, Fahmi mengaku khawatir kuota CASN Pandeglang sebanyak 427 tidak terpenuhi. Apalagi dirinya menerima banyak keluhan dari pendaftar yang sulit mengakses portal seleksi CASN.

“Tiga hari setelah dibuka jumlah pendaftarnya sedikit sekali, hanya kisaran 30 pendaftar. Saat itu saya langsung berfikir untuk menyampaikan ke bupati dan Sekda, agar kiranya mengajukan perpanjangan. Karena kalau sehari hanya 10, maka dalam 1 pekan hanya sekitar 70 pendaftar. Sehingga kami segera ajukan perpanjangan ke BKN,” katanya, Kamis (4/10).

Kekhawatiran Fahmi itu pun disampaikan langsung ke Bupati dan Sekda Pandeglang agar diajukan perpanjang waktu pendaftaran. Dan terbukti, keluhan perihal server seleksi yang sulit diakses, perlahan mulai mengalami perbaikan. Hal itu terlihat dari jumlah pendaftar yang melonjak tajam dalam beberapa hari terakhir.

“Kalau minat saya kira banyak, tapi karena jaringannya sulit jadi banyak yang belum bisa mengakses. Dan itu kan banyak yang mengeluhkan. Alhamdulilah saat ini sudah ada perbaikan jaringan, sehingga banyak yang sudah masuk,” jelasnya.

Fahmi menyebut, sampai saat ini sudah ada 1.300 orang yang mendaftar sebagai CASN untuk Pemerintah Kabupaten Pandeglang. Formasi yang paling diminati adalah bidang pendidikan.

“Kategori itu (pendidikan guru) mendapat alokasi paling besar, mencapai 235 kursi. Sedangkan formasi yang kurang diminati, yakni dokter umum. Dari total kebutuhan 17 orang, hingga kini baru terdaftar 21 orang,” beber Fahmi.

Dia menambahkan, dari 1.300 pelamar yang sudah diverifikasi, mayoritas berasal dari pelamar lokal. Meski begitu, dengan sistem terbuka, ada beberapa pelamar dari luar daerah yang mencoba mendaftarkan ke Kabupaten Pandeglang. Begitu juga sebaliknya.

“Mayoritas pendaftar lokal. Namun ada pula dari daerah lain, karena ini kan sistemnya terbuka, mereka bisa memilih. Karena ada juga yang dari Pandeglang melamar ke daerah lain karena formasi mereka tidak tertera di Pandeglang,” tandas Fahmi. (Red-02).