PANDEGLANG, BantenHeadline.com – Ratusan massa yang tergabung dalam Lingkar Pemuda dan Mahasiswa Pandeglang menggelar aksi demonstrasi di depan gedung DPRD Kabupaten Pandeglang, Kamis (27/7). Massa menyampaikan aspirasinya yang menuntut agar Bupati Pandeglang, Irna Narulita turun dari jabatannya. Dalam kesempatan ini, mereka juga mendesak agar dewan menggunakan Hak Interpelasi.

Hal ini menyusul tertangkapnya belasan pegawai Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Pandeglang dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Tim Saber Pungli Polda Banten, Selasa (25/6). Ditambah, kinerja bupati yang tidak berdampak terhadap masyarakat.

Massa menilai, terkuaknya kasus itu menunjukkan bahwa bupati tidak bisa menghadirkan tata kelola pemerintahan yang bersih. Pandeglang dianggap masih memelihara birokrat yang tidak cakap dalam menjalankan tugas. Mengingat diantara belasan oknum yang dicocok itu, dua diantaranya merupakan pejabat eselon III.

Aksi itu sempat diwarnai ketegangan saat ratusan massa mendesak ingin masuk ke Gedung DPRD yang pada saat bersamaan tengah berlangsung Rapat Paripurna. Namun upaya itu dihadang oleh anggota Kepolisian Polres Pandeglang.

Massa pun meluapkan kekecewaannya dengan merusak pagar DPRD. Situasi akhirnya mereda saat sejumlah anggota DPRD bersama perwakilan pimpinan, menemui ratusan massa.

Koordinator Lapangan, Agus Nurul Husna mengungkapkan, tertangkapnya pegawai Disdukcapil yang menjadi viral diberbagai media, menjadi tamparan keras untuk masyarakat Pandeglang. Slogan bebas pungli yang selalu digalakkan, tidak berbanding lurus dengan praktik di lapangan.

“Regulasi dan rotasi ASN belum menggambarkan prinsip kompetensi, integritas, attitude, skill, dan knowledge dikalangan Pemda. Karena hanya dipenuhi aroma nopitisme dan transaksional,” ungkapnya.

Tidak hanya dinilai gagal menciptakan tata kelola pemerintahan yang bersih, Pemkab dibawah kepemimpinan Irna Tanto juga dituding gagal dalam melakukan pembangunan di Pandeglang. Jangka waktu 1 tahun lebih, bupati belum menunjukkan perkembangan pembangunan yang signifikan.

“Jalan-jalan di wilayah Banten Selatan masih banyak yang rusak. Bupati sudah hampir dua tahun menjabat, apa tidak pernah melihat dan merasakan akses jalan di sana?” tanya Alumni UNMA Banten itu.

Di tempat yang sama, Wakil Ketua DPRD Pandeglang, Duriat yang menemui massa aksi berjanji akan meneruskan aspirasi yang disuarakan. Hanya saja ia meminta agar massa bersabar, lantaran dewan memiliki mekanisme dan prosedur yang harus ditempuh.

“Kami akan meneruskan aspirasi massa, namun butuh proses. Mekanisme harus dilalui. Yang jelas, apapun aspirasinya, akan kami akomodir dan memperjuangkan,” janjinya.

Setelah anggota dewan memberikan pernyataan, massa kemudian membubarkan diri. Mereka mengancam akan kembali mendatangi Gedung DPRD dengan massa yang lebih besar, jika wakil rakyat tidak menepati janjinya. (Red-02).