Pandeglang Wakili Banten Teken MOU Pengembangan Prukades

Bupati Pandeglang, Irna Narulita Menandatangani MoU Pengembangan Prukades di Jakarta. Foto: Irna Center)

PANDEGLANG, BantenHeadline.com – Dalam rangka percepatan pembangunan kawasan perdesaan dan penguatan perekonomian masyarakat desa dan daerah, Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) terus menggalang berbagai pihak untuk terlibat aktif berkontribusi positif dalam pengembangan program Produk Unggulan Kawasan Perdesaan (Prukades).

Untuk itu para bupati dan walikota diundang dalam penandatanganan bersama dokumen kemitraan program prukades yang dilaksanakan di Jakarta Convention Center dan Hotel Sultan DKI Jakarta, Rabu (8/3). Sebagai wakil Provinsi Banten, Kabupaten Pandeglang ditunjuk untuk penandanganan kerjasama tersebut.

Kurang lebih ada 24 perusahaan yang hadir dalam acara ini diantaranya Djarum, Sinarmad, Indofood, Pokphand, Cp Prima, Andaro, FKS, Nestle, PLN, Wilmar, Bayer, Great Giant, Foods (GGF), Bank BRI, dan BNI. Perusahaan ini memberikan pendampingan sebagai off taker dari hasil produk unggulan dan pertanian.

Dalam arahannya, Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla mengatakan, dalam mengembangkan pangan selalu dalam pilihan pesimis atau optimis karena masalah pangan adalah masalah dunia tidak hanya saja indonesia.

“Jika kita ingin menyelesaikan masalah harus berpikir optimis. Bukan hanya bekerja keras, tapi bekerja smart. Petani dan pengusaha penting peranannya. Petani yang memproduksi pengusaha sebagai off taker paska panen dan pemasaran prukades,” kata Wapres.

“Saya harapkan dalam acara ini para pengusaha dapat bekerjasama, kekurangan pangan tidak bisa tergantikan, karena pangan itu sangat penting,” tambahnya.

Terpisah, Bupati Pandeglang, Irna Narulita mengapresiasi kerjasama yang di gagas oleh Kamar Dangang Indonesia (KADIN), dan Kemendesa PDTT. Dengan adanya kerjasama ini menurut Irna, petani tidak lagi kebingungan paska panen dan Prukades dapat berjalan.

“Ketika kita membuat satu produk atau paska panen untuk padi, tentu harus ada yang siap menampung. Nah saat ini sudah ada off taker berarti akan mempermudah petani,” ungkapnya. (Rls, Red-02).