PANDEGLANG, BantenHeaddline.com – Pelaksanaan Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Kabupaten Pandeglang tahun 2018 mendatang dipastikan tanpa Pawai Ta’aruf. Hal itu disebabkan oleh minimnya anggaran yang disediakan.

Ketua II LPTQ Pemkab Pandeglang, Abdul Gaffar menyebutkan, anggaran yang diplot untuk pelaksanaa MTQ tahun ini hanya sebesar Rp500 juta.

“Hal itu terjadi karena terkendala anggaran yang sangat terbatas. Untuk besaran anggrannya itu Rp 500 juta. Sumbernya bukan dari hibah, akan tetapi diambil dari anggaran kegiatan dibagian Kesra (Kesejahteraan Masyarakat). Makanya tidak akan ada Pawai Ta’aruf,” katanya, Rabu (31/10/2018).

Menurut Gaffar, kecilnya anggaran tersebut lantaran Pemkab sedang merasionalisasi keuangan daerah. Sehingga tidak hanya berpengaruh terhadap kegiatan MTQ, namun kegiatan di OPD lain.

“Anggaran MTQ hanya Rp 500 juta itu, akibat adanya rasionalisasi anggaran disemua OPD. Makanya nanti pas pelakasanaan tidak ada Pawai Ta’aruf, hanya ada penampilan defile dari masing-masing kafilah atau kecamatan,” jelasnya.

Selain Pawai Ta’aruf, keterbatasan anggaran juga memengaruhi terhadap jumlah cabang yang dilombakan. Tahun ini, dua cabang MTQ tidak dilibatkan, yakni Makalah Al-Qur’an (MMQ) dan Tahfidz.

“Cabang yang dilombakan hanya 6 cabang, yaitu Tilawah Qur’an, Murottal Qur’an, Syarhil Qur’an, Fahmil Qur’an, Qiroatul Qutub, dan Hifdzul Hadits,” sebutnya.

Adapun pelaksanaan MTQ tahun 2018, akan dilangsungkan sejak tanggal 26 hingga 28 November. Kecamatan Kaduhejo didaulat menjadi tuan rumah. (Red-02).