PANDEGLANG, BantenHeadline.com – Persoalan banjir selalu menjadi rutinitas bencana yang selalu menghantui Kabupaten Pandeglang.

Bahkan puncak musim hujan yang akan berlangsung bulan Februari, dikhawatirkan kembali menenggelamkan sejumlah wilayah yang menjadi langganan banjir.

Apalagi dalam dua pekan terakhir, sejumlah daerah sudah terpapar banjir seperti di Kecamatan Panimbang, Munjul, dan Sindangresmi.

Bupati Pandeglang, Irna Narulita mengatakan, persoalan banjir yang terjadi lebib diakibatkan kondisi beberapa sungai yang mengalami sedimentasi yang cukup tinggu. Namun Pemkab belum bisa mengatasi, lantaran perihal normalisasi menjadi kewenangan pemerintah pusat.

“Banjir di Pandeglang sudah puluhan tahun dan belum ada solusinya. Permasalahnnya, harus menyelesaikan normalisasi sungai. Tetapi belum bisa menyelesaikan karena domainnya pusat,” ujarnya, Selasa (6/2).

Menghadapi potensi bencana banjir itu, Irna mengimbau masyarakat untuk waspada, terutama bagi warga yang bermukim dilokasi yang menjadi langganan banjir. Irna menyarankan warga agar lebih selektif dalam memilih kegiatan di luar ruangan saat cuaca ektrem melanda.

“Kepada masyarakat diminta tetap waspada, tetap berkumpul dengan keluarga. Kalau mau keluar, lihat kondisi cauca,” imbau Irna.

Menurut Irna, pemerintah telah mengeluarkan peringatan dini soal potensi bencana. Maka disarankan, masyarakat mematuhi informasi dan arahan yang dikeluarkan pemerintah. Warga diminta untuk segera beranjak evakuasi jika bencana terjadi.

“Kami akan terus pantau. Aparat desa terus bergeerak untuk waspada dan mengimbau masyarakat agar beranjak ke posko saat banjir mulai melanda. Mereka harus patuh terhadap informasi dari kami. Kalau ada ajakan untuk evakuasi mereka harus siap,” imbuh bupati.

Pemerintah tambah Irna, juga telah menyiagakan sejumlah posko dan personel untuk mengantisipasi bencana. Hanya saja, ia berharap ada perhatian lebih dari Pemerintah Provinsi Banten dan pusat, dalam mensuplai kebutuhan sembako bagi korban bencana.

“Karena ini banjir tahunan, jadi kami sudah bisa mengatasi dengan baik. Tetapi untuk bantuan sembako dan sebagainya, kami mohon kepada pusat dan pemprov untuk memberi perhatian khusus, sehingga masyarakat bisa dievakuasi ke tempat yang aman,” terang ibu 3 anak itu. (Red-02).