Carita Pasca TsunamiPANDEGLANG, BantenHeadline.com – Sekitar satu bulan lalu gelombang tsunami menghancurkan sejumlah wilayah di Kabupaten Pandeglang. Terjangan tsunami mengakibatkan berbagai infrastruktur rusak, baik ringan hingga rusak total. Tak terkecuali infrastruktur pariwisata di Kecamatan Carita. Puluhan hotel dan objek wisata hancur digulung tsunami.

Meski sudah hampir satu bulan berlalu, namun kondisi salah satu destinasi favorit wisatawan itu masih terpuruk. Industri pariwisata di Carita anjlok, baik dalam kunjungan ke objek wisata maupun okupansi perhotelan.

Berdasarkan pengamatan Komunitas Peduli Pariwisata Carita (KPPC), kini tingkat hunian dibeberapa hotel hanya mencapai 1 hingga 2 persen saja.

Ketua KPPC, Franky menuturkan, bencana tsunami lalu bukan hanya merusak infrastruktur, namun juga psikologis pelaku wisata. Hingga kini para pengelola objek wisata maupun hotel masih dilanda rasa trauma.

“Carita sedang terpuruk, paling hanya 1 atau 2 persen okupansi terisi di Carita. Memang tidak semua hotel yang rusak, hanya 40an hotel termasuk objek wisata. Mereka masih trauma,” katanya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Senin (14/1/2018).

Oleh sebab itu, dalam waktu dekat KPPC akan mengumpulkan semua pelaku wisata untuk membahas langkah strategis dalam memulihkan dunia pariwisata di Carita. Franky membocorkan, ada tiga pembahasan yang akan dilakukan.

“Rencana kami akan rapat, membahas tentang okupansi, eksistensi pariwisata ke depan, dan wacana memberlakukan diskon hampir 50 persen bagi hotel dan objek wisata. Termasuk bagaimana pemulihan psikologi masyarakat sekitar sehingga tidak takut lagi. Supaya meyakinkan orang luas untuk kembali datang ke Carita,” bebernya.

Rencananya, pembahasan itu akan berlangsung pada tanggal 1 Februari mendatang. Sebab saat ini, sebagian besar pengelola hotel dan objek wisata masih melakukan pembenahan dimasing-masing tempat. Mengingat tidak sedikit hotel yang mengalami kerusakan hingga 80 persen akibat terjangan tsunami.

“Kenapa baru 1 Februari? Karena saat ini mereka masih melakukan pembenahan di tempatnya masing-masing karena ada hotel yang hancur mencapai 70-80 persen. Yang penting bukan soal diskonnya, tetapi mengembalikan kepercayaan,” imbuhnya.

Menurut Franky, tidak mudah dalam memulihkan kembali industri dan psikologis pelaku wisata Carita. Ia memprediksi setidaknya butuh waktu 1 tahun agar situasinya kembali seperti sediakala.

Akan tetapi prediksi itu bisa lebih cepat, apabila pemerintah turun tangan secara aktif dalam mengembalikan perekonomian kawasan Carita. Salah satunya, dengan memperbanyak membuat event yang bisa meyakinkan wisatawan perihal jaminan keselamatan.

“Prediksi kami ini bisa pulih sekitar 1 tahun. Kalau ada campur tangan pemerintah, sekitar 4-7 bulan bisa pulih. Namun sampai saat ini belum ada ajakan dari pemerintah untuk merecovery. Karena mungkin saat ini pemerintah masih menggodok di internal,” ujarnya.

Maka dari itu, dia berharap pemerintah bergerak cepat bersinergi dengan semua pihak termasuk KPPC, guna menghilangkan rasa ketakutan dikalangan wisatawan.

“Maka bagaimana pemerintah bersinergi untuk memulihkan hal tersebut entah dengan simulasi, pertemuan, atau trauma hilling. Pemerintah harus membuat trauma hilling bahwa, psikologi dulu yang kita serang, rasa ketakutan itu yang harus dihilangkan sehingga tidak menjadi momok menakutkan,” tandas Franky. (Red-02).