PANDEGLANG, BantenHeadline.com – Bencana tsunami Selat Sunda yang melanda Kabupaten Pandeglang, merusak ribuan rumah penduduk di 8 kecamatan terdampak. Tercatat ada 1.530 unit rumah yang harus mendapat penanganan.

Jumlah itu terdiri atas rumah dengan rusak ringan sebanyak 459 unit, rumah rusak sedang 49 unit, rusak berat 714 unit, dan rusak total dialami oleh 308 rumah. Akibatnya, ribuan kepala keluarga harus mengungsi.

“Rumah penduduk yang rusak di delapan kecamatan dengan jumlah total 1.530 rumah. Delapan kecamatan itu di Kecamatan Labuan 612 rumah, Carita 82 rumah, Cigeulis 66 rumah, Panimbang 147 rumah, Sukaresmi 99 rumah, Pagelaran 20, Cimanggu 11, dan Sumur 493 rumah,” sebut Bupati Pandeglang, Irna Narulita, Kamis (3/1/2018).

Untuk mengatasi persoalan tersebut, maka pemerintah akan membangun Hunian Tempat Sementara (Huntara). Akan tetapi, tidak seluruh pemilik rumah yang terdampak dibuatkan Huntara.

“Hasil pendataan riil by name by address yang bakal dibangunkan huntara itu berjumlah 1.071 rumah. Jumlah ini khusus untuk yang rusak sedang, berat dan rusak total saja. Jadi untuk 459 rumah yang rusak ringan tidak dibuatkan,” jelas Irna.

Irna mengungkapkan, saat ini sejumlah lokasi sudah disasar untuk dijadikan sebagai Huntara. Lahan tersebut merupakan milik pemerintah, namun ada pula lahan milik perorangan yang bersedia dipinjam pakaikan untuk pembangunan Huntara.

“Alhamdulillah, lahannya sudah siap baik itu dari pemerintah maupun tanah perorangan yang dipinjamkan selama 2-3 tahun untuk Huntara tersebut. Begitu juga tanah negara ada untuk Huntara,” katanya.

Biaya pembangunan sendiri, akan dikerjakan secara keroyokan. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Pemprov Banten untuk membantu mensukseskan program tersebut. Pemkab berharap Pemprov Banten bisa mengucurkan bantuan pembangunan.

“Sejumlah kementerian sudah menyanggupi membangun puluhan hunian bagi pengungsi. Seperti Kementerian BUMN yang siap membangun 44 unit hunian di Kecamatan Panimbang,” beber bupati. (Red-02).