Keren! Puluhan Siswa Patungan Buat Tambal Jalan

Puluhan Siswa SMKN 9 Pandeglang yang Melakukan Aksi Tambal Jalan Menggunakan Krikil Hasil Patungan

PANDEGLANG, BantenHeadline.com – Aksi heroik ditunjukan oleh puluhan siswa dari SMK Negeri 9 Pandeglang. Dengan inisiatif tinggi, mereka menambal jalan menuju sekolahnya yang mengalami rusak parah sejak beberapa waktu lalu, Kamis (26/4).

Aksi mereka itu dilakukan sebagai bentuk keprihatinan mereka terhadap pemerintah yang tak juga memperbaiki Jalan Bama Pagelaran. Padahal, jalan itu memiliki peranan penting dalam menunjang perekonomian warga sekitar. Akibatnya, tak jarang pengendara yang terperosok saat melintas jalan tersebut.

Kerennya lagi, aksi tambal jalan itu dilakukan menggunakan batu krikil yang dikumpulkan dengan cara swadaya dari masing-masing siswa. Bahkan para guru di sekolah tersebut pun ikut menyumbang batu krikil untuk menutupi kondisi jalan yang berlubang.

“Jalan yang rusak banyak memakan korban. Siswa dan para guru yang bawa motor banyak yang terjatuh, sehingga kami sebagai organisasi di sekolah ini mencoba dan menginisasi acara ini. Kemudian semua guru mendukung dan ikut serta membawa batu krikil.” ujar Ketua OSIS SMKN 9 Pandeglang, Tb Restu Sasmita, disela-sela penambalan jalan.

Restu menuturkan, masing-masing siswa membawa sekantong batu krikil guna mengurug jalan yang tercatat sebagai aset Pemkab Pandeglang itu. Melalui gerakan itu ujar Restu, untuk menumbuhkan kepedulian para siswa dan guru terhadap kondisi lingkungan sekitar.

“Ini salah satu bentuk kepedulian kami terhadap kondisi jalan yang sudah rusak lama dan menjadi akses utama masyarakat di sini. Kami mencoba ikut andil dalam membangun di wilayah sekolah kami, ini kami lakukan terpaksa karena hampir setiap hari ada saja pengedara motor yang terguling,” ucapnya.

Aksi unik siswa ini mendapat respon positif dari para pengajar. Bahkan Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) Kesiswaan SMKN 9 Pandeglang, Mukhsin Ridwan menyatakan, gagasan dari para siswa itu patut dicontoh sebagai bentuk tanggungjawab atas persoalan yang dialami dilingkungan sekitar. Karena sebagai masyarakat, sudah sewajarnya merawat aset  pembangunan.

“Kami dari pihak sekolah sangat mendukung kegiatan siswa ini. Semoga ini juga dicontoh warga dan menjadikan masalah jalan rusak ini sebagai tanggung jawab bersama. Bukan saja jalan yang rusak, tetapi ketika jalan sudah dibangun harus di rawat bersama,” terangnya. (Red-02).