PANDEGLANG, BantenHeadline.com – Permintaan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Banten, Brigjen Pol Listyo Sigit Prabowo, agar umat Islam Banten tidak turut serta dalan aksi unjuk rasa lanjutan atas kasus dugaan penistaan agama yang diisukan akan kembali dilakukan pada tanggal 25 November mendatang di Jakarta, disikapi serius oleh tokoh Ulama Pandeglang, KH. Abuya Muhtadi Dimyathi.

Dijumpai BantenHeadline.com di Pendopo Pemkab Pandeglang usai kunjungan kerja Kapolda Banten, Jumat (18/11), Abuya Muhtadi mengingatkan agar umat Islam di Banten tidak turun dalam rencana aksi yang diisukan akan kembali dilakukan pekan depan. Bahkan dengan tegas, Abuya menyatakan bahwa dirinya tidak memberi arahan kepada masyarakat untuk bergerak.

“Jangan turun demo lagi. Saya tidak memberi arahan kepada umat untuk bergerak. Kalau barang kali ada, itu hanya jual nama saya,” tegasnya.

Abuya Muhtadi meminta agar umat Islam melakukan kegiatan lain yang lebih positif, seperti istighasah. Menurutnya, jika aksi tersebut dilanjutkan, akan berdampak buruk pada sektor ekonomi masyarakat.

“Lebih baik kita gelar Istighasah di masing masing tempat. Baca Yasin setiap orang 10 kali, Tahlil 1000 kali. Sudah itu saja.. Biarkan proses (hukum) berlangsung. Redam emosi biar aman tentram,” saran tokoh ulama kharismatik asal Pandeglang tersebut. (Red – 02).