Kasian, Sudah 7 Tahun Buchori Hidup Dengan Kelamin Ganda

Istimewa

PANDEGLANG, BantenHeadline.com – Sekilas, bocah asal Kampung Gayong, Desa Bojong Manik Kecamatan Sindangresmi, Kabupaten Pandeglang ini tidak ada bedanya dengan bocah lain yang seumuran. Bahkan dalam kesehariannya, Buchori (7) nampak ceria dan menikmati masa kecilnya. Namun siapa sangka dibalik keceriaannya tersebut menyimpan hal yang membuat orang tuanya gundah.

Alasannya, bocah ini didiagnosa oleh dokter Puskesmas Kecamatan Sindangresmi pada lima tahun lalu mengidap kelamin ganda.

Ibunda korban, Iti Marsiti (37) menceritakan, kelainan yang dimiliki anak pertamanya tersebut sudah ada semenjak lahir. Mengetahui hal itu, ia memeriksakannya ke Puskesmas disaat umur Buchori baru dua tahun untuk memastikan kelainan anaknya tersebut.

“Sejak lahir kondisinya sudah begitu. Saya sudah pernah ke Puskesmas lima tahun lalu, tapi kata dokternya tunggu besar” ujarnya saat ditemui di kediamannya, Kamis (16/3/2017).

Iti menjelaskan bahwa secara fisik, Buchori seperti laki-laki pada umumnya. Namun ketika buang air kecil, air seni Buchori keluar dari kelamin milik perempuan. Iti mengeluh, terkadang ia sedih melihat anak kesayangannya itu harus mengalami kondisi seperti saat ini. Bahkan tak jarang, Buchori kerap menjadi bahan olokan teman sebayanya.

“Suka sedih kalau lihat Buchori buang air kecil. Apalagi jika mengingat ayahnya yang pergi saat Buchori masih di dalam kandungan. Tetapi kalau untuk diperiksa memang gratis pakai KIS (Kartu Indonesia Sehat), tapi kalau untuk nungguinnya itu, Pak saya engga punya duit,” ujar Iti yang tak dapat menyembunyikan wajah pilunya.

Kepala Desa Bojong Manik Kecamatan Sindangresmi, Sukri meminta Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang dan Pemkab Pandeglang untuk membantu Buchori yang notabene berasal dari keluarga yang tidak mampu, agar segera dioperasi. Hal itu untuk menentukkan jenis kelaminnya, karena secara psikologisnya akan sangat terganggu jika terus menerus dibiarkan.

“Kami tidak bisa bergerak sendiri, karena yang saya tahu untuk sampai operasi itu membutuhkan waktu yang panjang. Untuk biaya akomodasi dan menunggu di rumah sakit ini yang kami bingung, makanya semua pihak harus membantu” serunya. (Red-02)