LEBAK, BantenHeadline.com – Nurmaya (35), baru saja kehilangan buah hatinya, Juweli Albani (10) seminggu lalu. Anak semata wayangnya itu, meninggal setelah menjadi korban kecelakaan lalu lintas di Jalan Rangkasbitung-Pandeglang Kilometer 12 tepatnya di Desa Sindangsari, Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak, Banten, pada 20 Agustus 2017 lalu.

Saat itu, korban sempat dilarikan ke RSUD Adjidarmo, Lebak. Namun nyawanya tidak tertolong, lantaran luka yang dialami cukup parah setelah korban terseret di bawah mobil hingga jarak 50 meter. Namun demikian, hingga kini keluarga belum mendapat kepastian bantuan yang layak.

“Pelaku ada tanggungjawabnya, pertama Rp 3,5 juta dan biaya rumah sakit sekitar Rp 3 juta dan terakhir kemarin ngasih Rp 1 juta. Kami ingin bagaimana baiknya dan dikeluarkan asuransi dari Jasa Raharja,” ujar ibunda korban, Nurmaya saat ditemui di kediamannya di Kampung Sindangsono,  Desa Sindangsari, Kecamatan Warunggunung, Senin (28/8).

Sambil berkaca-kaca ia berharap, pelaku mengurus asuransi Jasa Raharja. Kalau pun tidak pelaku bisa mengurus almarhum hingga selesai, dalam hal ini yang dimaksud  adalah dengan membantu biaya tahlilan hingga 40 hari.

“Pelaku bilang asuransi jangan dikeluarkan dan mau dikeluarkan (uang, red) senilai asuransi. Tetapi sampai sekarang tidak jelas,” kata juru masak di panti jompo Werda di Tangerang ini.

Dirinya menceritakan, kondisi keluarganya bukanlah keluarga yang berada. Karena dirinya seorang janda setelah ditinggal suaminya meninggal 4 tahun lalu. Begitu pula nenek korban yang selama ini mengurus karena Nurmaya harus mencari nafkah di Tangerang.

Ditanya soal pelaku, Nurmaya menyebut,  pelaku bernama Bambang dan bekerja di Satpol PP Kabupaten Pandeglang. Ia berharap, pelaku bisa bertanggungjawab atas kematian anaknya.

“Saya secara detil kejadian tidak tahu persis karena saat itu sedang kerja di Tangerang. Selama ini anak saya tinggal bersama neneknya,” pungkasnya.

Sementara nenek korban, Suamah (74) menyebut cucuknya merupakan anak yang baik dan rajin.

“Anaknya baik. Saya bilang, Bani cukur yang rambutnya jangan terlalu panjang. Ya nek tapi jangan dibotakin ya,” ujar Suamah menirukan perbincangan dengan cucunya sebelum meninggal dunia tertabrak mobil tak jauh dari rumahnya.

Bahkan, sesaat sebelum peristiwa nahasa itu, ia menceritakan, cucuknya sempat minta uang Rp 2.000 untuk jajan karena mau nonton lomba panjat pinang.

“Pas kejadian di depan rumah rame ada yang tertabrak, saat itu saya tidak tahu kalau yang tertabrak itu Bani. Setelah tahu saya langsung pingsan, karena kondisinya cukup mengenaskan,” tutur Suamah. (Red-02).