Jumlah Pemilih dan TPS di Pandeglang Bertambah 30.977 Orang

2619
Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan (DPTHP-2)

PANDEGLANG, BantenHeadline.com – Jumlah pemilih di Kabupaten Pandeglang dalam Pemilu 2019 mendatang bertambah sebanyak 30.977 orang. Dari data yang ditetapkan KPU dalam Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan (DPTHP-1), jumlah pemilih di Pandeglang berjumlah 899.811 pemilih. Namun setelah dilakukan pleno DPTHP-2, angkanya meningkat menjadi 930.788 orang.

Ketua Divisi Program dan Data KPU Pandeglang, Andri Ausini mengatakan, penambahan tersebut lantaran saat dilakukan Coklit Terbatas sejak tanggal 1 hingga 9 November, pihaknya menemukan masih banyak hak pilih warga yang belum terakomodir.

“Jadi sekarang jumlah pemilih di Pandeglang yang terdata hasil Coklit mencapai 930.788 pemilih,” katanya usai Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan (DPTHP-2), di Aula KPU Pandeglang, Senin (12/11/2018).

Coklit Terbatas dilakukan setelah sebelumnya terbit Surat Edaran dari KPU RI Nomor 1.351 tentang adanya 159.927 penduduk Pandeglang yang belum terdata sebagai Daftar Pemilih Tetap (DPT).

“Namun setelah dilakukan pencocokan dengan menyandingkan data hasil DPTHP-1, petugas menyisir ada 36.827 pemilih baru. Akan tetapi 5.850 diantaranya dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat,” bebernya.

Penambahan jumlah pemilih itu, berimbas pula terhadap jumlah TPS. Sebelumnya TPS di Pandeglang untuk Pemilu tahun depan sebanyak 3.904 TPS. Kini jumlah TPS bertambah dua menjadi 3.906 TPS. Penambahan 2 TPS tersebut berada di Kecamatan Labuan.

“Kami pastikan tidak ada lagi penambahan TPS. Karena dari hasil Coklit harus mempertimbangan pemilih di TPS agar tidak overload 300 pemilih. Dan di Sidalih sudah terlihat, apabila overload maka tidak direkomendasikan,” terangnya.

Meski demikian lanjut Andri, pihaknya belum dapat memastikan bahwa DPTHP-2 ini akan menjadi yang terakhir dan akan ditetapkan sebagai DPT Pemilu 2019 mendatang. Tergantung dari hasil pleno di KPU RI.

“Kami berharap DPT ini sudah selesai, besok (Selasa, 13/11/2018) diplenokan ditingkat provinsi dan tanggal 15 diplenokan tingkat nasional,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Pandeglang, Ade Mulyadi mengingatkan agar KPU lebih cermat dalam menyikapi hasil DPTHP-2.  Soalnya, Bawaslu memandang jumlah penambahan pemilih itu tergolong signifikan.

“Kami meminta KPU untuk betul-betul mencermati hasil pleno ini agar hak konstitusi warga terakomodir. Sejauh mana efek terhadap ketersediaan logistik. Sebab yang kami lihat, hanya ada 2 penambahan TPS di Labuan. Kami khawatir bila ada TPS yang overload, akan menyulitkan penyelenggara,” pesannya.

Ade berharap hasil pleno kali ini adalah penetapan pemilih yang final. “Tetapi kalau ada rekomendasi kembali dari Bawaslu RI terkait penyempurnaan, maka pihaknya siap untuk mengawal persoalan DPT,” tegasnya. (Red-02).