KOTA SERANG, BantenHeadline.com – Indonesia kini telah berada dalam kondisi darurat penyalahgunaan Narkotika dan Obat-obatan Terlarang (Narkoba). Karenanya antisipasinya harus dilakukan lebih awal. Mahasiswa merupakan barisan terdepan generasi muda yang dapat menjadi agen perubahan dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba.

Hal tersebut dinyatakan Mantan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Banten, Brigjen Pol (Purn) Heru Februanto saat memberikan kuliah umum di hadapan sekitar 1.000 mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanudin Banten yang akan mengikuti Kuliah Kerja Nyata, Rabu (1/8/2018).

“Saat ini kondisi Indonesia sudah darurat narkoba. Kepedulian mahasiswa untuk berbagi informasi penyalahgunaan narkoba kepada masyarakat sangat membantu pemerintah dalam mencegah penyalahgunaan narkoba,” kata Heru.

Heru Februanto yang kini menjadi kader Partai Perindo sekaligus Bakal Calon anggota Legeslaif untuk Dapil II Banten itu mengajak mahasiswa agar ikut berperan aktif dalam memerangi penyalahgunaan narkoba dan  membantu dengan berbagai cara menginformasikan kepada masyarakat akan bahaya narkoba.

“Seperti dengan membantu memberikan informasi mengenai penyalahgunaan dan peredaran narkoba bersama petugas kepolisan maupun BNN,” ujarnya.

Menurutnya penyalahgunaan narkoba juga berimbas kepada meningkatnya kasus kejahatan konfensional. Bahkan banyak pemuda usia produktif yang justru sudah tidak produktif setelah menjadi pengkonsumsi narkoba.

Berdasarkan data pada tahun 2017, sebanyak 46.537 kasus penyalahgunaan narkoba berhasil diungkap dengan jumlah tersangka sebanyak 58.365 orang. Barang bukti narkoba yang berhasil disita yaitu jenis sabu sebanyak 4,71 ton, ganja 151,22 ton dan 2.940.748 butir ekstasi.

“Secara nasional sampai saat ini pengguna narkoba mencapai 3,3 juta jiwa dengan 1,9% nya adalah kalangan pelajar dan mahaiswa. Dan yang mengenaskan, setiap harinya 40 sampai 50 orang meninggal dunia akibat narkoba,” paparnya. (Red-05).