PANDEGLANG, BantenHeadline.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pandeglang menyebutkan bahwa lereng Gunung Pulosari, kembali ditemukan sejumlah titik yang mengalami keretakan.

Beberapa waktu lalu, keretakan juga ditemukan di gunung yang terletak di Kecamatan Pulosari tersebut. Hal itu muncul pasca longsornya tebing diarea Curug Putri.

“Menurut laporan, retakan awal dulu yang pernah terjadi tambah lebar. Kali ini, keretakan tersebar diberbagai lokasi, dengan elevasi keretakan tertinggi terjadi di 1.245 meter dpl. Posisi itu berada kurang lebih 300 meter di bawah kawah Gunung Pulosari dan 1.600 meter dari pemukiman warga,” ujar Kepala BPBD Pandeglang, Asep Rahmat, Senin (30/7).

“Panjang keretakan mencapai 150 meter dibeberapa titik, seperti diketinggian 600 meter dpl dan 945 meter dpl. Bahkan terdapat juga di jalur menuju kawah,” sambungnya.

Menurut Asep, lebar keretakan pun bervariasi. Dimana pihaknya menemukan dibeberapa titik lebar keretakan mencapai 160 cm dan kedalaman 30 cm. BPBD menduga, timbulnya keretakan tersebut diakibatkan kondisi Gunung Pulosari yang sudah tandus damn gundul.

“Dengan adanya retakan tersebut, kami khawatir akan terjadinya longsor apabila kawasan tersebut diguyur hujan dengan intensitas tinggi. Tetapi melaporkan ke PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi) untuk dilakukan kajian,” terangnya.

Akibat hal itu, kini jalur pendakian menuju Gunung Pulosari ditutup sementara waktu. Selain wisatawan, masyarakat sekitar juga diminta untuk membatasi aktivitas di atas lereng gunung.

Sehingga muncul kekhawatiran  memakan korban. Maka untuk pengunjung ditutup dulu sementara sejak Rabu (25/7/2018),” tutup Asep. (Red-02).