PANDEGLANG, BantenHeadline.com – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Pandeglang menggelar Musyawarah Luar Biasa (Muslub), untuk periode 2018-2023, di S’Rizky, Selasa (7/8). Muslub digelar untuk menentukan pimpinan PMI pasca ditinggal mendiang Tita Rusdinar.

Dalam Muslub tersebut, para peserta hingga pengurus berharap agar Pemerintah Kabupaten Pandeglang segera membangun Unit Donor Darah (UTD).

Caretaker PMI Pandeglang, Entis Sutisna mengatakan, hingga kini PMI belum memiliki UDD sendiri. Padahal keberadaan UDD sangat penting sebagai bank darah.

“Selama ini, PMI bekerjasama dengan RSUD Berkah Pandeglang. Di sana jadi bank darah,” katanya.

Menurut Entis, hal itu dianggap kurang efektif, karena masyarakat tidak ingin repot ke Rumah Sakit jika hanya untuk mendonor. Terlebih lanjut Entis, idealnya UDD harus berada berdampingan dengan markas PMI.

“Idealnya UDD harus berdekatan dengan markas PMI,” sambungnya.

Entis menjelaskan, dampak dari belum adanya UDD, animo masyarakat untuk berdonor masih rendah. PMI seringkali mendapat suplay darah dari wilayah lain yang mengundang PMI Pandeglang untuk menghadiri kegiatan di kota bersangkutan.

“Semoga tahun ini bisa dibangun, tepatnya deket markas PMI. Walaupun tidak sekaligus, semoga bisa bertahap,” harap Entis.

Sementara itu, Bupati Pandeglang Irna Narulita mengatakan pembangunan UDD akan segera dibangun tahun ini. Bahkan dirinya pun berjanji untuk turut menyediakan mobil donor keliling sebagai upaya memacu kesadaran masyarakat untuk mendonor.

“Karena sepertiga darah yang berada di PMI Pandeglang berasal dari luar daerah,” ujar Irna.

Hanya saja bupati mengingatkan, dengan adanya peningkatan fasilitas yang disediakan, dia berharap diperkuat dengan database yang baik. “Sehingga jumlah darah yang ada di PMI bisa ikut diakses oleh masyarakat,” pesannya. (Red-02).