PANDEGLANG, BantenHeadline.com – Direktur Utama RSUD Berkah Pandeglang, Firmansyah menyesalkan sikap Puskesmas Labuan yang seolah mengkambing hitamkan instansinya. Hal itu menyusul adanya kasus pasien tidak mampu penderita pembusukan dubur, asal Kampung Pangulon, Desa Caringin, Kecamatan Labuan, yang tidak mendapat rujukan dari Puskesmas Labuan, dengan alasan ketiadaan ruang di RSUD Berkah, Selasa (20/2) kemarin.

Padahal saat dibawa menggunakan angkutan umum, pasein malah diterima dengan baik oleh RSUD Berkah tanpa kendala berarti, dan langsung dirawat di Instalasi Gawat Darurat (IGD).

Baca juga: Puskesmas di Pandeglang Tolak Pinjamkan Ambulan Pasien Miskin, Berdalih RSUD Pasti Penuh

Menurut Firman, sebaiknya pihak puskesmas memeriksa terlebih dahulu kondisi ruangan di RSUD Berkah dengan baik. Jangan seolah-olah cuci tangan dari pelayanan. Dan ironisnya kata Firman, hal itu seringkali terjadi.

“Ketika minta rujukan, rumah sakit juga menolak sudah penuh? Jangan dulu bilang kayak gitu, cek dulu. Jadi seakan-akan cuci tangan, buktinya kami terima pasien itu. Hal semacam ini sudah sering terjadi kami terima,” keluh Firman, Rabu (21/2).

Padahal tambah Firman, pihaknya tidak memiliki alasan menolak perawatan pasien. Karena ia menegaskan RSUD Berkah akan memberi pelayanan semaksimal mungkin terhadap pasien. Jika ruangan penuh, maka pihaknya akan merujuk pasien ke RSUD Banten.

“Kalaupun penuh kami informasikan kepada keluarga. Kalau keluarganya mau nunggu, bisa di tunggu di ruang IGD. Kalau tidak kami akan langsung rujuk ke RSUD Banten. Jadi kami tidak punya alasan untuk mengatakan RSUD penuh,” terangnya.

Sebelumnya diberitakan, Puskesmas Labuan menolak untuk merujuk seorang pasien tidak mampu, Rohmah yang menderita pembusukan di dubur menggunakan mobil ambulans. Pihak puskesmas beralasan, merujuk pasien dengan mobil ambulans ke RSUD Berkah akan sia-sia, lantaran ruang di RSUD Berkah dianggap penuh.

Parahnya lagi, Puskesmas Labuan juga menolak merawat pasien, karena dinilai akan mengganggu indera penciuman akibat sakit yang dideritanya. (Red-02).