PANDEGLANG, BantenHeadline.com – Perairan selatan Kabupaten Pandeglang diguncang gempa bumi berkekuatan 5.0 SR pada Selasa (26/9) dini hari, tepatnya pukul 1.10 WIB. Gempa itu terjadi dikedalaman 162 km dengan lokasi gempa berada di 6.40 LS dan 106.15 BT.

Guncangan gempa itu terjadi di jarak 8 km tenggara Pandeglang. Namun begitu, gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Kepala Bidang Data dan Informasi, BMKG Kelas I Serang, Sutiyono menuturkan, gempa tersebut termasuk dalan gempa tektonik yang berada di Lempengan Eurasia-Australia. Gempa ini dianggap tidak berbahaya, karena guncangannya pun tidak terasa di daratan.

“Itu gempa tektonik, Lempengan Eurasia-Australia, bukan vulkanik berbeda dengan gunung berapi. Jaraknya juga jauh dan kekuatannya tidak bisa membangkitkan Tsunami,” katanya saat dihubungi melalui sambungan telepon.

Untuk itu dirinya mengimbau agar masyarakat tidak panik. Hanya saja ia meminta masyarakat selalu waspada, lantaran di lempengan terbesar ketiga di dunia itu kerap menimbulkan gempa meski dengan skala kecil karena termasuk daerah rawan gempa.

“Sampai saat ini belum ada kerusakan dari masyarakat. Tetapi imbauan saya, warga waspada saja, jangan panik, biasa saja beraktivitas normal. Karena memang itu daerah gempa, sering terjadi biasanya berkekuatan 3.5 SR, atau 5.0 SR. Selatan Pulau Jawa memang rawan gempa. Yang jelas kami pantau terus,” ucapnya menenangkan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pandeglang, Dadi Supriyadi mengatakan, gempa tersebut tidak menimbulkan guncangan di darat. Sehingga BPBD memastikan, tidak ada kerusakan atau kerugian yang ditimbulkan.

“Tidak ada kerusakan yang terjadi. Itu kan titik gempanya jauh dari daratan. Tetapi saat ini kami terus berkoordinasi dengan BMKG,” jelasnya singkat. (Red-02).