Diduga Stres, Anak Bacok Ibu Tiri Hingga Tewas

2620
Olah TKP Pembunuhan Saprah

PANDEGLANG, BantenHeadline.com – Seorang pemuda atas nama Sukani (28) tega membacok ibu tirinya, Saprah (57) dengan sebilah golok hingga tewas. Kejadian tersebut berlangsung dikediaman korban yang beralamat di Kampung Cimapag RT 01/04 Desa Karyabuana, Kecamatan Cigeulis, Kabupaten Pandeglang.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 02.00 WIB Senin (12/11/2018) dini hari. Saat itu pelaku mendatangi rumah korban kemudian mengajak ayah kandungnya, Asria (56) keluar rumah untuk menuliskan sebuah surat.

Namun saat ayahnya sedang serius menuliskan permintaan anaknya, Sukani langsung berlari kembali ke rumah yang dalam keadaan tidak terkunci.

Dengan kondisi rumah yang mudah diakses itu, pelaku mengambil sebilah golok. Dengan sekejap, dia mendatangi korban yang nampak kaget dengan perilaku korban.

Tak lama korban langsung berlari keluar rumah untuk meminta tolong ke tetangganya. Namun pelaku yang sudah dalam posisi siap,  langsung mengejar korban dan membacoknya dengan cara menyabetkan ke arah korban.

Sabetan itu mengenai leher hingga pipi kanan korban, pundak sebelah kiri, sikut kiri, lengan kiri, pundak sebelah kanan, pundak sebelah kiri bawah dan belakang kepala korban yang menyebabkan korban langsung meninggal dunia.

Tindakan Sukani yang beringas itu, membuat warga tidak berani mengamankan pelaku sehingga warga menghubungi Kepolisian Sektor Cigeulis.

Kapolres Pandeglang, AKBP Indra Lutrianto Amstono menjelaskan, kurang dari satu jam, jajarannya langsung membekuk pelaku di masjid dekat lokasi kejadian. Dan tak lama, Unit Identifikasi Sat Reskrim Polres Pandeglang langsung melakukan olah TKP.

“Sekitar pukul 02.50 WIB pelaku diamankan  personil Polsek Cigeulis di Mesjid Cimapag yang beralamat di Kampung Cimapag, kemudian dibawa oleh anggota Polsek Cigeulis untuk diamankan,” katanya.

Dia menuturkan, kini pihaknya akan melakukan pemeriksaan kejiwaan terhadap pelaku untuk menentukan langkah penyidikan selanjutnya. Sedangkan korban, sedang dilakukan proses autopsi di RSUD Serang.

“Kami sudah memeriksa saksi-saksi, dari ayah pelaku dan tetangga-tetangga korban. Dan petugas juga sudah memasang Police Line di area TKP untuk memudahkan proses penyelidikan,” tandas mantan Kapolres Soppeng itu. (Red-02).