Bupati Pantau Hari Terakhir Pelaksanaan UNBK di SMKN 2 Pandeglang

Bupati Pandeglang Irna Narulita memantau mendatangi SMKN 2 Pandeglang memantau pelaksanaan UNBK

PANDEGLANG, BantenHeadline.com – Bupati Pandeglang, Irna Narulita memantau langsung hari terakhir pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMKN 2 Pandeglang, Kamis (5/4/2018). Pemantauan ini dilakukan guna memastikan bahwa pelaksanaan ujian berlangsung lancar, meski kewenangan SMA/SMK kini sudah diambil alih oleh Pemprov Banten.

Selama kurang lebih 30 menit memantau pelaksanaan UNBK disalah satu sekolah favorit itu, Irna menyebut bahwa pelaksanaan ujian berbasis komputer di Pandeglang berjalan lancar. Ia menilai para peserta ujian nampak siap menjawab semua soal yang disediakan.

“Pelaksanaan UNBK berjalan baik, kami support mereka walaupun sedang fokus mengerjakan soal. Saya pantau mereka nampak siap fisik dan juga mental. Saya lihat tatapan mata mereka semangat sekali,” katanya.

Oleh sebab itu, dirinya berharap semua peserta UNBK di Pandeglang bisa lulus dengan nilai terbaik sehingga dapat meneruskan ke jenjang yang lebih tinggi.

“Semoga mereka bisa mendapatkan nilai terbaik. Karena sudah mendapat bimbingan untuk mengikuti UNBK selama 1 tahun terakhir. Kami berharap Pemprov lebih fokus memberi perhatian pendidikan di Pandeglang karena kami ingin mengejar ketertinggalan,” bebernya.

Sementara Kepala SMKN 2 Pandeglang, Ade Firdaus mengatakan, sejauh ini pihaknya tidak mengalami kendala apapun baik jaringan internet maupun jaringan listrik. Adapun jumlah peserta didik yang mengikuti UNBK di SMKN 2 Pandeglang sebanyak 664 peserta.

“Di sini ada ada 7 ruangan, satu ruang ada 35 unit komputer yang dapat digunakan dan pelaksanaan UNBK dibagi tiga shift pertama hingga pukul 10.00 WIB, kedua hinggga pukul 13.00 WIB, dan ketiga hingga pukul 16.00 WIB,” katanya.

Adapun berdasarkan data dari Dinas Pendidikan Provinsi Banten, sebanyak 79.199 pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Provinsi Banten, mengikuti ujian nasional berbasis Komputer (UNBK), sejak Senin 2 April hingga 5 April 2018.

79.199 pelajar itu berasal dari 648 SMK di Provinsi Banten, dan tahun ini seluruh SMK sudah menerapkan ujian berbasis komputer. (Red-02).