KABUPATEN SERANG, Bantenheadline.com –  Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah menilai, terhitung awal bulan Juni 2018 ini, penghimpunan zakat melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Serang mengalami penurunan. Karenannya ia mengimbau kepada para Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pihak perusahaan termasuk pegawai dan buruh agar mempercayakan penyetoran zakat ke Baznas Kabupaten Serang.

Hal tersebut dinyatakan Tatu kepada wartawan, usia acara penyaluran bantuan kepada 1.800 anak Yatim dan Dhuafa yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang melalui Dinas Sosial Kabupaten Serang bekerjasama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Serang, di Tenis Indoor Kabupaten Serang, Selasa (05/06/2018).

Bupati Serang mengakui bahwa dana zakat yang terhimpun pada Baznas Kabupaten Serang mayoritas berasal dari ASN yang jumlahnya mencapai 11 ribu orang, serta sekitar 5 ribu anggota Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Serang.

“Perolehan dari UPZ guru mulai berkurang. Kami berupaya melakukan himbauan melalui kepala dinas untuk meningkatkan zakatnya kepada Baznas,” ujar Tatu.

Dalam acara yang juga dihadiri Wakil Bupati Serang Pandji Tirytayasa, Ketua DPRD Kabupaten Serang Muhsinin, Kepala Baznas Kabupaten Serang Wardi Muslih, dan Kepala Dinas Sosial Ahmad Saefudin tersebut, Tatu mengaskan, Baznas sudah melakukan tugasnya dengan baik dengan menyalurkan hasil penggumpulan zakat sesuai ketentuan.

“Saya menghimbau kepada industri dan karyawan untuk membayarkan zakatnya di Baznas. Karena, sampai saat ini masih belum ada pihak karyawan dan perusahaan yang membayarkan zakatnya di Baznas,” imbuhnya.

Menyikapi hal tersebut Kepala Baznas Kabupaten Serang, Wardi Muslih mengatakan, penurunan perolehan zakat tersebut karena hingga koni UPZ belum dibuka, sementara terdapat UPTD di 11 Kecamatan yang belum bayar zakat.

“Baru zakat fitrah yang akan diambil di beberapa perusahaan. Yakni Nikomas, IMS, Nippon dan lainnya yang akan diambil,” paparnya.

Menurutnya, Baznas Kabupaten Serang menargetkan perolehan zakat tahun 2018 sebesar Rp12 Milyar, sementara hasil pengumpulan zakat baru terhimpun Rp3,1 Milyar.

“Kita masih terus mengupayakan untuk memperoleh zakat sebesar mungkin agar bisa lebih maksimal menyalurkan kepada warga yang kurang mampu. Selama enam bulan kedepan kita upayakan agar target bisa terlampaui,” harapnya. (Red-05).