PANDEGLANG, BantenHeadline.com – Tiga abdi negara di lingkungan Pemkab Pandeglang dinyatakan meninggal dunia akibat terhempas gelombang tsunami Selat Sunda Desember lalu.

Ketiga Aparatur Sipil Negara (ASN) itu terdiri atas dua orang guru dan satu orang pejabat struktural sebagai Kasi Kesos di Kecamatan Cibitung. Sedangkan dua orang guru tersebut merupakan seorang pengajar di SMPN 1 Saketi dan Kepala SDN 1 Teluk Lada Labuan.

“Informasi yang kami dapat ada 3, dua guru dan 1 struktural Kasi Kesos. Karenanya waktu itu lagi jemput anaknya saat main korsel (Pasar Malam, red),” ujar Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Pandeglang, Ali Fahmi Sumanta, Selasa (15/1/2019).

Saat ini pemerintah sedang menunggu tahap kompensasi asuransi yang akan diterima korban. Karena beberapa waktu lalu, identitas mereka sudah diajukan ke PT. Taspen sebagai pengelola dana pensiun ASN.

“Kami akan ajukan bantu proses, mudah-mudahan bisa lebih cepat. Intinya kami sudah ajukan mereka ke Taspen untuk mendapat asuransi,” katanya.

Meski menjadi korban gelombang tsunami, namun Fahmi mengaku Pemda belum berencana memberi penghargaan lain bagi korban. Saat ini BKD masih fokus dalam memproses kepegawaian ketiga ASN tersebut. Akan tetapi ia menjelaskan, bukan tidak mungkin para korban bakal diganjar penghargaan oleh pemerintah bila nantinya dirasa perlu untuk diberikan.

“Sejauh ini belum ada ke arah sana (memberi penghargaan, red). Namun nanti coba kami ajukan ke Korpri untuk mendapat reward atau penghargaan lah. Saat ini kami proses secara kepegawaiannya dulu,” jelasnya.

Adapun mengenai kekosongan jabatan yang ditinggalkan oleh para korban tambah Fahmi, pihaknya akan segera menggelar rotasi mutasi. Hanya saja saat ini hal tersebut belum menjadi pembahasan Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat).

“Jabatan mereka sementara nantinya akan diisi oleh Pelaksana tugas yang bakal ditentukan oleh satuan kerja masing-masing,” tandasnya. (Red-02).