PANDEGLANG, BantenHeadline.com  – Rapat Koordinasi mingguan Bupati Pandeglang dengan para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sempat berlangsung tegang, Senin (8/1/2018). Rapat yang kali ini dilangsungkan di Ruang Pintar, sempat diwarnai emosi dari Bupati Pandeglang, Irna Narulita.

Irna nampak geram ketika mengetahui dari 31 OPD, hanya baru 18 OPD yang membuat situs resmi, sementara 13 OPD lainnya masih belum membuat situs resmi. Padahal Pandeglang tengah mengejar kemajuan dari sektor teknologi, menuju Kota Pintar atau Smart City berikut proyek Command Center, sebagai pusat pengendali informasi.

“Masalah ini lebih kepada leadershipnya. Sebetulnya tinggal perintah saja maka bisa berjalan, tetapi tetap dikawal. Sekdis sebagai ketua PPID (Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi), sejatinya harus berjalan,” ungkap Irna.

Bupati mengungkapkan, meski sebagian besar OPD telah mengaktifkan akun Media Sosialnya untuk berinteraksi dan menyampaikan informasi, namun keberadaan situs resmi OPD memiliki peran yang penting.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi, Informasi, Sandi, dan Statistik (Diskomsantik) Pandeglang, Yahya Gunawan mengatakan, dari 18 OPD yang telah mengaktifkan website, juga ternyata tidak semuanya dikelola dengan baik, karena ada sejumlah OPD yang melakukan pembaharuan terakhir pada tahun 2016.

“Bappeda update terakhir tahun 2016. Dinas Perpustakaan tahun 2016, domain belum diganti. Dishub juga terakhir 2016, bahkan domainnya masih menggunakan Dishubkominfo. Malah Dindikbud masih menggunakan blogspot, yang notabene domain gratisan,” beber Yahya.

Namun Yahya akhirnya mengaku salah satu persoalan lambatnya OPD mengaktifkan situs resminya, karena ketiadaan SDM pengelola website. Karenanya ia berencana menerjunkan tim publikasi untuk membantu OPD dalam bangun website.

“Bupati memberikan deadline bahwa seluruhnya harus selesai di bulan April. Sehingga pada peringatan hari jadi Pandeglang, semua website sudah siap, data sudah ter-upload dari masing-masing OPD. Jadi website ini harus dimanfaatkan untuk menginformasilan database yang dikelola agar bisa diakses masyarakat,” tutup Yahya. (Red-02).