PANDEGLANG, BantenHeadline.com – Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten Pandeglang pesimis dapat menjadi juara umum dalam perhelatan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) pada tahun mendatang. Soalnya, dukungan anggaran dari pemerintah dianggap belum memadai.

Tercatat tahun ini LPTQ Pandeglang hanya mendapat alokasi bantuan sebesar Rp 2.7 miliar. Padahal di daerah lain, sudah mencapai Rp 5 – Rp 7 miliar. Demikian yang terungkap dalam Rapat Kerja Daerah I, LPTQ Kabupaten Pandeglang Tahun 2017, di Pendopo Negara Bupati, Senin (18/9).

Sekretaris Umum LPTQ Pandeglang, Abdul Adits Muntaha menjelaskan, untuk meraih juara umum MTQ tingkat Provinsi Banten, setidaknya diperlukan dua faktor pokok yakni pembinaan dan dukungan anggaran. Sedangkan dengan alokasi dana yang ada, dinilai belum cukup untuk membina Qori Qoriah yang mewakili Pandeglang.

“Dari Rakerda ini, kami harus realistis dan rasional. Untuk menaikkan peringkat harus ada konsekuensi logis, seperti dari pembinaan dan dukungan anggaran. Dua hal itu menjadi faktor penting. Saat ini kalau mengharapkan juara satu, itu mimpi disiang bolong,” katanya.

Hanya saja ia berharap agar dana pembinaan LPTQ yang dikucurkan langsung oleh Pemda ke seluruh kecamatan dengan anggaran mencapai Rp 2.1 miliar, dapat membantu pengembangan tilawatil ditingkat bawah. Sehingga ketika sampai ketingkat kabupaten sudah siap bertanding.

“Proses rekrutmen kepesertaan LPTQ dari bawah, tidak hanya asal comot. Jadi ketika sampai di kabupaten sudah jadi. Oleh karena nya sudah didukung melalui anggaran di setiap kecamatan sebesar Rp 60 juta per tahun, jangan dialihkan untuk kegiatan lain,” pesannya.

Untuk diketahui, hasil MTQ tingkat provinsi pada April lalu, hanya mampu menempatkan Pandeglang diposisi 4. Sementara setahun sebelumnya, Pandeglang berada di peringkat 3 terbawah se Provinsi Banten.

Bupati Pandeglang, Irna Narulita mengingatkan agar LPTQ tidak melulu mengurus mengenai kegiatan bergengsi dibidang sari tilawah seperti MTQ. Namun lebih dari itu, LPTQ juga harus menjalankan aksi yang terstruktur dalam pengentasan buta huruf Qur’an.

“Tujuan kami memang LPTQ untuk pengembangan Tilawatil Qur’an, terkait kemampuan membaca dan menulis Al-quran. Maka Ini tugas LPTQ, tidak melulu mengurus event bergengsi, tetapi justru aksi di bawah yang terstruktur untuk pengentasan buta huruf membaca quran,” kata bupati. (Red-02).