banner 728x90

Mutu Pendidikan Sekolah Negeri di Pandeglang Buruk, Kadisdik: Harusnya Guru Malu

Mutu Pendidikan Sekolah Negeri di Pandeglang Buruk, Kadisdik: Harusnya Guru Malu
Kepala Dindikbud Pandeglang, Olis Solihin.

PANDEGLANG, BantenHeadline.com – Kualitas pendidikan di Kabupaten Pandeglang diakui masih buruk. Hal ini menyusul dengan anjloknya nilai UN SMP Pandeglang tingkat Provinsi Banten. Dengan nilai 163.62, Pandeglang berada dijuru kunci raihan nilai UN SMP tahun ajaran 2017-2018.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Pandeglang Olis Solihin mengatakan, mutu pendidikan di sekolah negeri harus segera ditingkatkan. Soalnya dalam rangking hasil kelulusan, justru sekolah swasta yang memiliki nilai paling tinggi.

“Kami akui bahwa kualitas pendidikan di sekolah negeri Pandeglang masih rendah. Karena setelah kami evaluasi O2SN, USBN, dan UNBK/UNKP hasilnya tidak bisa dipungkiri masih buruk,” keluh Olis, Selasa (5/6).

Menurut Olis, seharusnya para guru di sekolah negeri malu dengan realita itu. Padahal, gaji dan sarana di sekolah negeri dianggap lebih memadai. Ditambah kini para pengajar mendapat tunjangan sertifikasi.

“Kan sudah ada Kurtilas (Kurikulum 2013), mungkin guru-guru harus lebih banyak meningkatkan SDM nya. Harus malu dengan sekolah swasta dan kabupaten lain. Padahal fasilitas di negeri sudah lebih dari cukup, ada gaji, tunjangan sertifikasi. Kok kenapa mutu pendidikannya masih rendah dibanding guru swasta,” tanya Olis heran.

Dirinya menduga, rendahnya kualitas pendidikan ditingkat sekolah negeri, lantaran banyak pengajar yang sudah senior namun tidak diimbangi dengan pengetahuan teknologi yang mumpuni. Sehingga mereka tidak bisa mentransfer ilmu kepada siswa dengan baik.

“Mungkin salah satunya juga soal tenaga pendidik di sekolah negeri banyak yang sudah tua dan gagap teknologi. Sehingga kesulitan dalam mengakses teknologi informasi,” timpanya.

Meski mengakui kualitas pendidikan di sekolah negeri buruk, akan tetapi Olis belum berencana mereformasi para guru. Dirinya hanya mengimbau guru yang menerima tunjangan sertifikasi untuk memanfaatkan sebagaian penghasilannya, untuk meningkatkan SDM sehingga mutu pendidikan juga akan terangkat.

“Disamping itu guru harus meningkatkan SDM nya, mereka juga wajib memahami tentang IT. Kalau mereka tidak paham itu, pasti akan tertinggal. Kami berharap kedepan lebih baik dari tahun ini,” tutupnya. (Red-02).

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.