banner 728x90

Koalisi Seni House Of Salbai Sambut Hari Musik Nasional #SaveLaguAnak

Koalisi Seni House Of Salbai Sambut Hari Musik Nasional #SaveLaguAnak

SERANG, BantenHeadline.com – House Of Salbai (HOS) 34 Venue kembali menggelar koalisi seni diakhir pekan mendatang. Kali ini, panggung seni akan diadakan dalam rangka memperingati Hari Musik Nasional 2018.

#SaveLaguAnak dipilih menjadi menu utama untuk disoroti pada momentum yang dikenal pula dengan hari lahirnya maestro komposer Indonesia, WR. Soepratman.

Project Manager HOS 34 Venue, Imam Widi menuturkan, pemilihan #SaveLaguAnak adalah bentuk keprihatinan rekan-rekan di Salbai karena begitu masifnya invasi musik dewasa mendoktrinisasi anak-anak. Padahal seusia mereka, belum pantas melantunkan lagu orang dewasa.

“Selera musik anak-anak kini terdegradasi. Bukan mendendangkan irama seusianya, malah bangga menyandungkan nada yang dilantunkan orang dewasa,” sindir Imam saat ditemui di HOS 34 Venue, di Jalan Saleh Baimin No. 34 Cimuncang, Kota Serang, Senin (5/3).

Imam menilai, jika tidak ditekan, lirik pada musik orang dewasa justru tidak akan mendidik. Banyak isi dan maknanya yang tidak layak dinyanyikan anak-anak.

“Maka momentum Hari Musik Nasional kali ini, House Of Salbai 34 Venue akan menyoroti perihal Indonesia yang darurat lagu anak. Sekaligus gerakan menghidupkan kembali nada-nada yang layak dikomsumsi anak-anak,” cetus pria penyuka musik metal ini.

Disebutkannya, koalisi seni yang diusung HOS 34 Venue kali ini akan melibatkan grup musik Tongkat Kayu dan Awra, yang akan menggubah lagu idola cilik tahun 90-an dengan versi mereka. Tidak lupa akan diselingi pula dengan diskusi dengan pembahasan “Menekan Pendewasaan Dini pada Anak Melalui Musik,”.

“Diskusinya akan melibatkan dari LPA (Lembaga Perlindungan Anak) Banten dan pencipta lagu anak, Ryan Kantau. Tapi diskusinya tidak formal, dibuat santai aja biar engga kaku. Karena sasaran kami ingin share dan mengedukasi orang tua muda soal pola asuh,” bebernya.

“Kangen kan dengar lagu Diobok-Oboknya Joshua, Paman Datang, Anak Gembala, Libur Telah Tiba, Du Di Dam Eno Lerian, karya-karya Trio Kwek-Kwek yang dulu selalu menghiasi masa kecil kita,” kelakar Imam seraya meneguk kopi di cangkir berukuran mini.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.