banner 728x90

Study Banding ke Pandeglang, Bupati Soppeng Minat Padukan Sutera dan Batik

Study Banding ke Pandeglang, Bupati Soppeng Minat Padukan Sutera dan Batik
Bupati Soppeng ditemani Bupati Pandeglang Saat Kunjungi Rumah Kemasan
PANDEGLANG, BantenHeadline.com – Bupati Soppeng, Provinsi Sulawesi Selatan melakukan Study Banding ke Kabupaten Pandeglang dengan sejumlah jajarannya dari unsur Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) hingga Kepala Desa. Rombongan tiba pada Kamis (22/2) sore.
Kemudian rombongan langsung menggelar pertemuan singkat dengan Bupati Pandeglang, Irna Narulita dan jajarannya di Pendopo Bupati. Dalam kunjungannya ini, rombangan dari Kabupaten Soppeng tersebut ingin mempelajari sektor pertanian dan pariwisata di Pandeglang.
Study Banding dimulai pada Jumat (23/2) pagi dengan mengunjungi Rumah Kemasan dan Ruang Pintar yang dikelola Dinas Komunikasi, Informasi, Sandi, dan Statistik.
Dari hasil Study Banding tersebut, Bupati Soppeng Andi Kaswadi Razak mengaku tertarik untuk menjalin kerjasama dengan Pandeglang dibidang industri kerajinan, khususnya pembuatan batik.
Andi menerangkan, Kabupaten Soppeng dikenal sebagai salah satu penghasil sutera di Indonesia. Apalagi pada tahun 1970, Kabupaten Soppeng pernah menjadi penghasil sutera tertinggi di Indonesia.
“Kalau kami di Soppeng, penghasil sutera tetapi tidak ada pembatik di sana. Mudah-mudahan nanti, kami punya kainnya, Pandeglang punya pembatiknya. Nanti kita kembangkan,” ujarnya usai berkunjung ke Ruang Pintar, Jumat (23/2).
Sementara itu, Bupati Pandeglang, Irna Narulita mengaku tersanjung dengan kedatangan rombongan dari Kabupaten Soppeng. Baginya, Study Banding ini adalah sebuah penghargaan bagi Pandeglang.
“Meski mereka melakukan Study Banding, namun kami juga banyak belajar dari rombongan Bupati Soppeng, bahkan saling mengadopsi terobosan yang sudah dilakukan,” kata Irna.
Mengenai ketertarikan kerjasama pengembangan batik, Irna menyambut baik minat tersebut. Bahkan ia mengaku bersedia memberi pelatihan membatik hingga mengirim tenaga pembatik jika diperlukan.
“Bisa jadi nanti pengrajin batik kami dikirim ke sana untuk membimbing. Namun saat ini kami belum bisa karena tidak ada anggaran. Tetapi pada intinya kami siap membina dan membantu. Untuk saat ini, komunikasi kerjasama itu akan lebih diintensifkan melalui surel atau media komunikasi lain,” ujar bupati.
Usai mengunjungi Rumah Kemasan dan Ruang Pintar, rombongan dari Kota Kelelawar itu melanjutkan study nya ke BUMDes Bangkuyung, Kecamatan Cikedal, dan mengakhiri Study Bandingnya ke Tanjung Lesung untuk mempelajari sektor wisata di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) tersebut. (Red-02)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.