banner 728x90

Bukannya Masuk Sekolah, Belasan Pelajar di Pandeglang Malah Asyik Main Judi

Bukannya Masuk Sekolah, Belasan Pelajar di Pandeglang Malah Asyik Main Judi
Belasan Siswa Dijaring Petugas Satpol PP Pandeglang Ketika Bolos dan Bermain Judi

PANDEGLANG, BantenHeadline.com – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Pandeglang menjaring 15 pelajar yang kedapatan bolos sekolah, Rabu (10/1). Ironisnya, tidak hanya bolos, mereka juga kepergok tengah asyik main judi remi di gang rumah warga.

Petugas Satpol PP sempat terlibat kejar-kejaran dengan pelajar yang melarikan diri saat dipergoki bermain judi. Namun sebagian berhasil meloloskan diri, sehingga hanya 15 pelajar yang dapat diamankan.

Kasi Pengawasan dan Penyuluhan Satpol PP Pandeglang, Agus Mulyana mengatakan, razia digelar untuk mengamankan pelajar yang mangkir saaj jam belajar. Akan tetapi di lapangan, anggotanya menemukan beberapa pelajar sedang asik main judi. Mengetahui ada razia, pelajar tersebut berhasil melarikan diri dan anggotanya hanya mengamankan barang bukti berupa kartu remi.

“Yang parahnya saat ditangkap mereka lagi judi (remi). Terlepas itu pakai uang atau tidak, tapi kami amankan barang bukti berupa kartu remi. Yang main Remi pada kabur saat melihat anggota kami,” bebernya.

Saat dilakukan pemeriksaan, Agus menyampaikan bahwa belasan siswa itu bolos sekolah karena kesiangan dan tidak berani masuk sekolah sehingga memilih nongkrong bersama rekan-rekannya.

“Saat saya tanya katanya mereka kesiangan jadi mau masuk ke sekolah takut sama gurunya jadi mereka malah nongkrong,” ucapnya.

Dari hasil pendataan, ke 15 siswa tersebut berasal dari sekolah SMK 2 Pandeglang, SMK 1 Pandeglang, SMK 8 Pandeglang, Mts Cidangiang, dan SMK 7 Pandeglang. Selain dilakukan pembinaan di Markas Satpol PP, beberapa siswa langsung diserahkan kepada pihak sekolah untuk dilakukan pembinaan.

Sementara itu, orang tua salah seorang siswa, Tursinah tidak habis pikir atas perilaku anaknya. Karena selama ini ia mengetahui jika anaknya berprilaku baik, setiap pagi selalu izin untuk pergi ke sekolah.

“Saya kaget dengar anak saya ada di kantor Satpol PP, padahal tadi pagi bilangnya mau sekolah. Jujur Saya kecewa sama anak Saya, tapi Saya yakin dia cuma ikut-ikutan temannya saja,” katanya. (Red-02).

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.