Syiram Online (23) Spirit Zakat Fitrah

Syiram Online (23) Spirit Zakat Fitrah
Ust Efi Afifi, M.Pd.I

Bahwasanya Rasulullah Saw telah memfardukan zakat fitrah segantang kurma atau segantang sya’ir, atas tiap-tiap orang merdeka atau budak laki-laki atau perempuan dari orang Islam” (H.R Bukhory).

Saudaraku kaum Muslimin Rohimakumullah, di hari-hari akhir pada bulan Ramadhan dan hendak menyambut Idul Fitri, umat Islam diwajibkan untuk menunaikan Ibadah Zakat yang disebut zakat fitrah. Ini adalah sebuah kewajiban setelah sebulan lamanya seorang muslim menunaikan Ibadah Puasa, maka zakat fitrahlah yang akan menyempurnakan Ibadah Ramadhannya. Hal ini berdasarkan sebuah hadist dari Ibnu Umar ra. : “ Bahwasanya Rasulullah Saw telah memfardukan zakat fitrah segantang kurma atau segantang sya’ir, atas tiap-tiap orang merdeka atau budak laki-laki atau perempuan dari orang Islam” (H.R Bukhory).

Saudaraku Yang Budiman, yang menarik kita perhatikan adalah mengapa pengistilahan zakat sebagai salah satu rukun Islam ini dikaitkan dengan kata fitrah. Dalam bahasa Arab fitrah dapat dimaksudkan sebagai suci, tabiat, potensi atau penciptaan pertama. Lafadz fitrah (فطرة) jamaknya fithar (فطر), yang suka diartikan perangai, tabiat, kejadian, asli, agama, ciptaan.

Menurut Muhammad Quraish Shihab, istilah fitrah diambil dari akar kata al-fithr yang berarti belahan. Dari makna ini lahir makna-makna lain, antara lain pencipta atau kejadian. Dalam gramatika bahasa Arab, sumber kata fitrah wazannya fi’lah, yang artinya al-ibtida’, yaitu menciptakan sesuatu tanpa contoh. Fi’lah dan fitrah adalah bentuk masdar (infinitif) yang menunjukkan arti keadaan. Demikian pula menurut Ibn al-Qayyim dan Ibnu Katsir, karena fiţhr artinya menciptakan, maka fitrah berarti keadaan yang dihasilkan dari penciptaan itu.

Menurut hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu ‘Abbas, fitrah adalah awal mula penciptaan manusia. Sebab lafadz fitrah tidak pernah dikemukakan oleh al-Quran dalam konteksnya selain dengan manusia. Hal ini sesungguhnya menandakan bahwa zakat fitrah, dimaksudkan sebagai sarana menyucikan diri kita sehingga kita kembali kepada awal kejadian kita yakni suci, bersih dan beriman kepada Allah Swt.

Saudaraku Rohimakumullah, zakat fitrah selain adalah sebagai kewajiban dan ketentuan yang harus ditunaikan sebelum Hari Raya Idul Fitri, adalah sebagai spirit mengembalikan dan mencapai fitrah manusia.

Dalam sebuah Hadist Rasulullah bersabda : “Setiap Anak dilahirkan dalam keadaan Fitrah, Maka Orangtua nyalah yang menjadikannya seorang Yahudi, Nashrani ataupun majusi ” (Al-Hadist). Hadist ini mengisyaratkan bahwa setiap manusia yang lahir adalah fitrah yakni suci, bersih dan sesuai dengan kejadian awalnya untuk beribadah kepada Allah Swt. Maka disini, zakat fitrah adalah upaya kita untuk menyempurnakan Ibadah Ramadhan, sehingga dengan itu kita akan kembali pada awal kejadian kita sebagai manusia.

Manusia tidak akan mencapai dan kembali kepada fitrahnya apabila dirinya masih dalam keadaan kotor. Salah satu yang membuat manusia menjadi kotor adalah harta benda, dan segala perbuatan yang dilakukannya serta kondisi hatinya.

Spirit zakat fitrah sesungguhnya mengajarkan kepada kita bahwa dengan membebaskan segala urusan kemanusiaan yang membuat kita kotor dan hina di hadapan Allah melalui semangat mendermakan harta benda dan berbagi merupakan langkah dan upaya seorang muslim untuk kembali kepada asal penciptaannya yakni bersih dan taat kepada Allah Swt. ***

 

 

 

 

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.