banner 728x90

Dekopinwil Banten Gagas Koperasi Sistem Online

Dekopinwil Banten Gagas Koperasi Sistem Online
Ratu Tatu Chasanah Ketua Dekopinmwil Banten, saat memimpin Raker Dekopinwil Banten 2018.

KOTA SERANG, BantenHeadline.com – Ketua Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) Banten, Ratu Tatu Chasanah mengatakan, koperasi menjadi besar jika bergerak secara optimal di sektor rill dan bukan hanya di usaha simpan pinjam. Karenanya sebagai upaya untuk meningkatkan kinerja koperasi dirinya berencana memanfaatkan perkembangan tehnologi untuk meningkatkan sistem manajemen internal koperasi, salah satunya gagasan dibentuknya toko online.

“Dekopinwil Banten sedang mencoba agar koperasi di Banten memiliki toko on-line. Semua kita upayakan, kita ingin melihat usaha koperasi di banten ini berkembang,” ujar Tatu usai membuka rapat kerja Dekopinwil Provinsi Banten di Aula Tb Suandi, di Kawasan Kantor Pemerintahan Kabupaten Serang, Senin (30/07/2018).

Tatu menuturkan, Dekopin Provinsi Banten mempunyai program fasilitasi Warung Serba Ada (waserda) koperasi menjadi toko ritel modern dinamakan coop-mart dan saat ini membentuk 12 coop-mart yang tersebar di kabupaten/kota Provinsi Banten.

“Kemampuan coop-mart akan terus kita fasilitasi agar lebih maju lagi baik teknologi informasi, SDM maupun jaringan supplier untuk ketersediaan barang,” tutur Tatu yang juga menjabat Bupati Serang

Peran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Diskoperindag Provinsi Banten, menurutnya dibutuhkan untuk mendukung program yang dijalankan Dekopinwil melalui sinergitas program.

“Kita sebagai organisasi mitra pemerintah mendukung program malalui sinergitas yang dilakukan dan dalam penganggaran juga kita serahkan keputusan pemerintah untuk menyediakan anggarannya,” katanya.

Sementara itu, Ketua Harian Dekopin, Agung Sujatmoko mengatakan, koperasi harus melakukan modernisasi manajemen, diantaranya untuk mengantisipasi kasus ketidak disiplinan anggota dalam hal pembayaran iuran dan kasus tindak kriminal pengurus dalam menjaga kepercayaan anggota.

”Penggunaan aplikasi dan kelayakan usaha juga harus diperhatikan agar koperasi yang dibangun berkualitas,” ujarnya.

Menurutnya, koperasi yang sehat berkwalitas adalah yang sedikitnya memiliki 2500 anggota. Pasalnya, mayoritas koperasi hanya mengandalkan simpan pinjamm.

“Koperasi tak mesti banyak yang penting berkualitas. Setidaknya keberadaan koperasi bisa membantu mensejahterakan anggota termasuk masyarakat sekitar,” pungkasnya. (Red-05).

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.